sejanji sebegini saja berkisah

Berada di negara orang untuk beberapa lama ndak mungkin akan aku sia siakan hanya untuk belajar dan berorganisasi saja. Lebih dari itu, seorang Amaltia Gunawan akan jengah jika tiap hari hanya menghabiskan energi untuk keliling kota

Delft. Hampir tiap akhir minggu selalu keluar kota mencari teman baru, entah itu teman sesama anak bangsa atau teman dari berbangsa-bangsa yang lain.

Bulan Februari lalu, saat masih musim salju, aku ajak seorang teman cewe dari Vietnam pergi ke kota Amsterdam. Dia anak yang luguuuu abis, hanya tau seputaran Delft dan jalan menuju kampus. Selain aku ajak melihat-lihat show barang-barang haram yang dipajang berjejer-jejer di etalase seputaran red light district, dia juga aku ajak sedikit memicingkan mata bahwa kehidupan itu tidak hanya berwarna putih dan hitam saja, sepanjang tau bagaimana kita menempatkan diri secara bijaksana dalam kehidupan yang penuh warna ini. Puas mencuci mata (bagi saya, bagi dia ndak kaleee), kami habiskan malam dengan makan sekenyang kenyangnya di semacam KFC di dekat Dam Square, Amsterdam. Karena lelah seharian, berbotol-botol air putih dalam kemasan Spa Blau  kami teguk. Tersisa setengah botol, dimasukkannya ke dalam tas sebagai bekal melepas haus di jalan.

Tidak tahu harus kemana menghabiskan malam, akhirnya kami memutuskan untuk menghabiskan malam dengan keliling kota

Amsterdam naik trem. Trem akhirnya berjalan terlalu jauh keluar kota Amsterdam, sampai kami memutuskan untuk berhenti di halte terdekat. Malam mulai dingin, sementara kami harus menunggu trem berikutnya menuju kota.

Kedinginan membuat air Spa Blau  mengalir hingga ke ujung, dan sudah sulit terbendung lagi. Ndak ada WC, pun kami sudah terlalu jauh dari pemukiman, adanya hanya hamparan jalan beraspal dan kanal-kanal terbuka, bahkan semak-semak untukku melepas hajatpun ndak nampak. Tapi otak kancil ini tak kehabisan akal. Aku minta botol minuman Spa Blau  yang masih tersisa setengah tadi dari temanku. Buru-buru, di dalam halte yang terbuat dari kaca, aku balik badan menghadap pojok halte, sementara dia berjalan ke luar halte dan berdiri disamping halte. Aku lepas hajatku dalam botol, tapi sayang, sedikit susah diarahkan, sehingga air kencing belepotan sampai ke luar botol. Selesai membuang hajat, botol aku letakkan di pojok halte.

Dengan serta-merta, tiba-tiba tanganku dipegang dari belakang oleh seorang berpakaian polisi, dan seorang lagi melihat dari dalam mobil polisi.

“Busyeeet dah, pasti kena nih, gara-gara kencing sembarangan”, pikirku.

“Kamu tau ga!!? kalau membuang sampah sembarangan kamu bisa kena denda minimal 30 Euro??!”, dengan mata melotot sambil memegang botol dengan tangan kiri dan tangan kanan menunjuk-nunjuk ke botol.

HIYEEEEKKK,,,,,Meneeeerrrr,,,,,,hahahhaa,,,itu tadi botol udah belepotan kencing ku,,,kok malah dipegang-pegang??!!!??hahahhahaa,,,,,,

Aku yang tak tahan untuk tidak ketawa akhirnya ambil botol itu dan membuang ke tempat sampah. Bingung bagaimana mengelap tanganku, aku salami meneer Polisi sekalian minta maaf. Ku tepuk pundaknya [dengan maksud sambil ngelap..... ;p] membuat meneer polisi itu luluh juga dan mempersilahkan aku menunggu trem kembali.

PUASSSSSSSSS...pertama tangan kirimu, tangan kanan, lalu bajumu meneerrrr,,,kenaaa deeh,,,,,

HAHAHAHA,,PUASSSS,,,DARIPADA BATU GINJAL,,,,YA GA MENEEERRR,,,????,,TOSSSS MENEEERR. <gun>

*hahahaha,,,aku dadi ngguyu2 dewe kelingan iki,,,hahahhaha,,TOSS

 

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help