
Tadi malam aku chat dengan kawan menggunakan fasilitas ym. Seperti biasa, chatting membicarakan tentang kehidupan yang diselingi dengan canda dan tawa. Hingga, kami sampai pada obrolan tentang pengalaman dia ketika pertama kali harus poop pada toilet duduk. Ternyata, dunia itu sempit. Sangat mudah bagiku menemukan orang-orang yang naif dan ndeso seperti diriku ini. Setelah mengakhiri chatting dengan kawanku, aku jadi senyum-senyum sendiri membayangkan hal yang hampir sama seperti apa yang dialami kawanku itu, tentang poop. Ternyata masih banyak hal yang bisa ditulis tentang poop.
Datang pertama kali di negeri yang asing tidak langsung membuatku gegar budaya dan ndak bisa ngapa ngapain kalo ndak nanya sama orang. Aku, Amaltia Gunawan, adalah orang dengan gengsi tinggi, sungkan bertanya sama orang kalo bukan masalah yang urgensi (baca urchensi,,,tanya sama pak Harto kalo ndak percaya). Hari pertama tiba, aku udah langsung cek dan beres beres rumah. Langsung, setelah selesai beres beres rumah, aku pergi ke supermarket terdekat untuk berbelanja makanan dan kebutuhan sehari hari. Setelah hampir selesai membeli semua hal yang diperlukan, aku ingat bahwa ndak ada kertas tissue di toiletku. Segera aku ambil satu pak berisi 20 pieces tissue berwarna warni. Aneh ya disini, kertas toilet aja sampai berwarna warni gini, dasar negara maju. Sudah selese dengan semuanya, aku bergegas pulang.
Sudah dua minggu aku menempati rumah baruku di sini. Selama dua minggu itu pula, aku merasakan hal yang baru, poop tidak dibasuh dengan air, cukup dibersihkan dengan tissue. Menjijikkan memang, apalagi bagi aku yang terbiasa cebok dengan air (bukan daun talas ya,, emang duluuu). Selama dua minggu itupun aku merasakan lubang pantatku perih karena harus selalu dihapus dengan kertas tanpa air sedikitpun. Tapi untungnya cuma sedikit baret-baret (emangnya layar Hape??).
Sampai suatu ketika, kawan baruku dari Italy, Davide, menginap dan harus poop di toiletku pagi itu. Belum lima menit dia poop, dia sudah teriak keras keras dan ngomel ngomel memanggil aku.
“Goblog,,,,ini tissue bukan toilet paper,,,ini TOWEL PAPER,,buat di dapur, buat lap tangan !!!monyong!!”, teriak dia dari dalam toilet.
Ups,,,pantesaaaaaan,,,,toilet paper kok berwarna warni, bErTextuR pula,,,pantesan periiihh,,,,baret baret,,,,,,,. Ah ya udah, wong kertas toiletnya masih banyak juga sayang kalau dibuang, paling masih bisa buat 2 minggu lagi. Perih perih dah ndak urusan, daripada buang buang Euro. Besok lagi kalo belanja mau nanya-nanya dulu ah, seperti kata pepatah “Daripada malu bertanya, lebih baik sesat di jalan”. <gun>
NOTE
quoteku hari ini:
seperti pepatah bilang:
“Guru kencing berdiri, dua tiga pulau terlampaui,,," <--------- jauh amirrrrr mancurnyaaa.....