sejanji sebegini saja berkisah

      Hal yang paling mengharukan dalam hidupku salah satunya adalah ketika aku lulus SMA, walalupun saat itu aku harus lulus dengan kaki patah akibat bolos sekolah dan kebut-kebutan sampai di Kebumen. Begitu pula kawanku, si Ima, yang akhirnya lulus juga setelah dia tidak yakin dirinya akan lulus, secara dia termasuk dalam geng Kurawa, gengnya anak anak nakal tempat kami nongkrong dan berbagi tentang kenakalan masa remaja.

       Seminggu setelah perayaan kelulusan, Ima yang anaknya orang kaya mengajak kami teman satu geng merayakan kelulusan dia dengan makan-makan di Moro Lejar, sebuah restoran alam dengan menu utama ikan dan segala masakan yang berbau Jawa. Dengan mengendarai sepeda motor cara anak muda, kami berlimabelas berangkat ke restoran di sekitar Kaliurang, Jogja. Itu pertama kali aku makan di restoran gede. Benar benar tempat yang pas untuk merayakan kelulusan bersama geng (secara gratis gitu loh, makanya dibilang passss). Segera setelah masuk, aku sebagai ketua geng memesan duluan.

       Biar tidak terlihat ndeso, aku memesan makanan yang namanya asing ditelingaku, seperti Ikan Gulung Bakar, Cumi Asap Bumbu Manado, dan sebuah minuman yang sebenarnya tidak asing bahkan biasa, Es Soda Gembira. Meskipun namanya tidak asing dan sangat biasa, tapi bagiku saat itu adalah kali pertama aku minum Es Soda Gembira. Es yang diminum dengan air soda putih. Teman-teman yang lain kebetulan memesan minuman berbeda dengan ku. Segera setelah pelayan datang membawakan pesananku, tanpa basi basi langsung aja aku siap siap menyantap semua hidangan yang sudah aku pesan.

Seperti yang aku liat di televisi, maka aku memulai dengan minum seteguk dua teguk hidangan minuman.

       Buju buneng, perasaan aku sebelumnya cuma pesan satu minuman Es Soda Gembira, tapi entah kenapa dihidangkan dua macam minuman, satu dalam gelas satunya lagi dalam botol semacam fanta tapi berwarna bening. Aku segera minum yang ada di dalam gelas, sepertinya susu, sirop merah, dan es batu. Terlalu pekat bagiku untuk diminum. Susah sekali disedot dengan sedotan. Lalu aku aduk, tetap saja susah karena pekat sekali. Jadi salah tingkah sendiri karena tidak bisa minum minuman yang pekat itu. Aku putus asa. Lalu aku akhirnya minum yang ada di dalam botol. Busyetttt,,ternyata rasanya hambar dan dilidah seperti ada semutnya, sangat tidak enak. Aku berpikir saat itu apa aku salah memesan minuman.

      Tanpa pikir panjang, akhirnya aku menyuruh temanku yang lain untuk memesan minuman yang sama denganku.

“Eh ini soda gembira enak loh, kalian harus memesannya”

Padahal dihati, aku hanya ingin melihat bagaimana cara mereka minum Es Soda Gembira ini. Biar tidak terlihat ndeso.

Buju buneeeeeeeengg,,,ternyata setelah pesanan mereka Es Soda Gembira datang, teman-temanku meminumnya dengan cara menuangkan air di dalam botol fanta itu kedalam gelas, baru setelah itu diaduk. Busyeeet pantesan susah amat di aduk, disedot sampe mulut peyot juga ga bakal bisa.

Oh jadi gitu ya cara minum Es Soda Gembira. Lain kali pesan jeruk anget aja dah, kalo nggak ya es teh aja. <gun>

*cara paling cerdas agar tidak terlihat ndeso adalah dengan jangan mendahului teman dalam memesan makanan di restoran mahal*

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help