sejanji sebegini saja berkisah

Blog Entryarak-arakan mautFeb 11, '08 5:07 PM
for everyone

Malam itu, dalam sebuah mimpi, terlihat arak-arakan anak kecil dengan seragam merah putih menuju ke sebuah tempat yang tanpa ujung. Tidak ada suara dari masing-masingnya. Hanya seorang anak yang menoleh ke arahku sambil berlalu berjalan di tengah-tengah arak-arakan itu. Tersungging sebuah senyuman. Tidak henti-hentinya dia menoleh memandangku sambil tetap berjalan. Hanya dia yang terlihat penuh ekspresi keriaan dan semangat yang berkobar-kobar laksana surya yang tidak pernah padam. Arak-arakan tetap berjalan, sementara dia menghentikan langkah dan mengucap sesuatu lirih yang hanya bisa kutangkap dengan hati yang jernih. Melambaikan tangan mengajakku untuk ikut dalam barisan. Dia tertinggal oleh kawanannya. Aku mendekat dan mengulurkan tangan. Tiba-tiba uluran tangan anak kecil itu disingkap oleh seorang ibu dengan baju dan jilbab serba putih. Sambil berucap lirih ke anak itu, “Belum saatnya, Nak”. Kemudian mereka berdua berjalan kembali bergandengan tangan menuju ke tempat tanpa ujung itu. Sesekali dia masih menoleh ke arahku.

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help