sejanji sebegini saja berkisah

Blog Entrynominator oscar,,,,(mahasiswa badung)Feb 7, '08 8:50 PM
for everyone

Sudah beberapa tahun ini aku selalu merasa kangen menjadi mahasiswa bachelor degree kembali. Bagaimana tidak kangen, menjadi mahasiswa strata satu adalah saat dimana aku merasa menjadi lebih bebas dalam mengekspresikan segala sesuatu, entah itu ekspresi kekecewaan dengan pemerintah (demo), ekspresi kegagalan (ujian dapat nilai C), dan ekspresi kebebasan yang lain. Tak heran jika untuk mengasah ketajaman aku dalam berekspresi secara bebas aku rela menjadi aktivis di kegiatan teater mahasiswa UGM. Jadi sudah bisa ditebak oleh pembaca kalau bakat aku menjadi seorang bintang soap opera sudah terlihat sejak masih kuliah strata satu. Ya, aku memang mahir berakting semahir kakak kelas SMA ku Slamet Raharjo Jarot.

Sebagai mahasiswa yang selalu tidur di kampus (tepatnya di basecamp Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil UGM), aku harus bisa memanfaatkan kemampuan akting ini untuk sesuatu yang bermanfaat, yaitu mencari makan gratis pada hari Sabtu. Dahulu, sebelum diberlakukan 5 hari kuliah, aku selalu mendapatkan jam kuliah yang padat pada hari Sabtu. Tak ayal jika hari Sabtu selesai kuliah jam 2 siang perut selalu minta diisi makanan lezat yang murah. Otak yang cemerlang dan insting yang tajam selalu tahu kapan ada hajatan pernikahan di Gedung Wisma Kagama dan di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM. Dengan modal satu sachet Gatsby Gel rambut aku sudah kelihatan rapi, baju hem biru tua bergaris hitam yang ujungnya dimasukkan ke dalam celana, dan meminjam sepatu pantofel teman,  aku sudah terlihat layak untuk menghadiri resepsi pernikahan (karena wajah mendukung). Aku ingat betul kalau hari itu ada resepsi anak pejabat setingkat propinsi di GSP. Kalau tidak ayam, minimal ada bakwan, makanan kesukaan aku. Dengan tekad hidup kenyang mati mulia, aku berangkat ke pestanya si Entah tadi bersama dua orang teman.

Sudah hampir sepuluh menit baru aku mendapatkan rombongan yang hendak masuk. Maksud hati kami mengikuti rombongan itu agar bisa masuk tanpa harus untuk salaman dengan among tamu dan mengisi buku tamu.

 “Bujubuneng, tidak disangka brur, among tamunya minta para tamu menunjukkan undangan”.

Benar benar kemampuan akting kami akan diuji, tapi ayam di dalam sudah menyambut kami mengharu biru. Karena kami tidak bisa menunjukkan undangan, lalu saya bilang saja dengan wajah datar tanpa ekspresi ketakutan dan malu.

 “Pak kami ini kawan akrab dia (sambil menunjuk ke penganten pria) kami datang dari Jakarta, kami tidak mungkin kembali ke Jakarta hanya untuk mengambil undangan, Pak. Saya cuma ingin datang, memberi salam kepada sahabat kami, lalu pulang”.

Setelah berdebat agak lama, akhirnya kami dipersilahkan masuk sambil diiringi permintaan maaf dari among tamu. Selesai berjabat tangan dengan pengantin dan keluarga, segera kami menuju surga kami, buffet.

Setelah selesai mencicipi (mencangkul) hampir semua menu, tiba tiba aku dikejutkan suara dari pembawa acara meminta sahabat dan teman penganten untuk maju ke atas pelaminan untuk berfoto bersama. Sejenak terdiam dan berpikir tidak perlu karena kita memang bukan teman mereka. Tiba tiba aku digandeng dari belakang oleh among tamu yang tadi berdebat dengan aku.

“Mari mas, ikut berfoto, itu semua kawan kawan si mas Entah”. Terpaksa, untuk menjaga kredibilitas, aku mengikuti ajakan among tamu tadi.

“Mas yang baju biru itu sebaiknya berdiri diantara penganten saja, yang lain di samping yaaaaa...”, begitu aba-aba fotografer.

“Tetep cool bro, biasa aja, akting bro,” begitu kedua teman membisiki sesaat sebelum menuju ke tengah berdiri diantara penganten.

            Selesai melakukan sesi foto untuk kawan pengantin, semuanya mengucapkan salam kembali dan saling berpelukan kepada pengantin. “Mati aku”. Benar, ketika tiba giliranku, “Loh, kok aku lupa sama kawan yang satu ini, aduh maaf sekali, maklumlah sudah lamaaaa sekali ga berjumpa kawan lama”. “Oh,,elu dasar lu yee”, sambil menepuk kencang (nggablog) pundak pengantin pria, “Mentang mentang udah punya bini lu yeee,,kaga ingat lagi ama kawan TK lu????”.<gun>

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help