sejanji sebegini saja berkisah

Blog Entry 'global warNing' Feb 4, '08 5:19 PM
for everyone

Aku tiba-tiba teringat masa-masa awal ketika pertama kali tiba di Belanda melalui bandar udara Schipol beberapa waktu yang lalu. Begitu keluar dari bandara, langsung disambut hawa dingin Belanda yang luar biasa. Begitu dingin bagi aku, walaupun aku sudah terbiasa merasakan hawa dingin ketika aku mendaki gunung. Pun, kulit sudah setebal kulit badak, tetap saja aku merasakan dingin yang luar biasa. Rasa dingin menjadi tidak begitu terasa menggigit di kulit ketika serombongan wanita blonde cantik membawa karton putih persegi ukuran folio bertuliskan nama universitas aku. “Itu pasti yang menjemputku,,,wuiiihhh,,,aku sudah betah tinggal di Belanda”. Sambil mencoba menjadi akrab dengan para penjemput itu, aku dengan basa-basi menanyakan perihal hawa dingin belanda. Betapa terkejut mendengar pernyataan dari penjemput blonde tadi. “Ini tidak sedingin tahun lalu, tahun ini terasa hangat. Mungkin karena adanya perubahan iklim akibat global warNing”, dengan bahasa Inggris logat Belanda. “Buju buneng, busyeett,,lalu sedingin apa yak kalo kaga kena perubahan iklim?”.

Beberapa hari sampai di Belanda, aku langsung disambut dengan kuliah pertama. Di akhir minggu pertama kuliah, aku harus menyelesaiakan sebuah tugas untuk dipresentasikan mengenai masalah yang berhubungan dengan keairan. Makalah akan dipresentasikan mewakili group di auditorium besar kampus kami. Akhirnya, fenomena banjir di Jakarta menjadi pilihan utama aku dalam menyusun makalah ini. Tidak luput pula mengulas mengenai apa yang sekarang menjadi tren bahasan dalam acara-arara talkshow dan berita di televisi, global warning.

Hari presentasi tiba. Makalah sudah sempurna dan matang untuk dipresentasikan. Sambil menunggu giliran, aku dan teman satu kelas diberi waktu untuk melakukan rehearsal di depan kelas sebelum makalah dipresentasikan di auditorium besar tempat acara utama berlangsung. Sejenak sambil mengendorkan dasi, aku membenahi jas berwarna putih dengan dasi merah maroon terang dipadu jeans dan sepatu boot. Gladi resik kami lakukan di dalam kelas. Hingga tiba giliran aku membacakan makalah pada rehearsal ini. Ternyata sambutan tepuk tangan sangat meriah, walaupun cuma tepuk tangan oleh teman sendiri. Begitu meriah. Tiba-tiba aku menjadi sadar kalau tepukan itu bukan tepukan yang penuh apresiasi karena diselingi dengan tawa dari teman sekelas sambil memegang perut menahan tawa. Aku mencoba mencari tahu dimanakah letak hal yang lucu itu. Dapat!!!! Ternyata setiap aku membaca kata ‘global warning’ langsung disambut tepuk tangan (tertawaan) yang meriah. Mmmhhh,,,awas ya,,berarti nanti jika aku bertemu lagi dengan noni blonde yang menjemput aku di bandara dahulu akan aku tertawakan juga sambil memegang perut. Gara-gara dia, kampret. Dendam padamu atas malu yang kutanggung. "global warNing,,,,,dasar cewe blonde bego, global warMing tauu!!!,,,,malu maluin aja". <gun>

*buat mas inoe, Hari Sabtu saya jadi bag packing, mas inoe pasti nonton Four Ice nya Tukul di Trans7*

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help