sejanji sebegini saja berkisah

Blog Entrypitch control,,,,,,,Jan 24, '08 12:48 PM
for everyone

Suatu hari di tahun 1987, adalah hari pertamaku masuk ke Sekolah Dasar. Waktu itu umurku belum lima tahun, pun belum hapal benar jalan yang harus dilewati dengan berjalan kaki menuju ke sekolah yang lumayan jauh untuk anak seusiaku kala itu. Alhasil, ibu rela meninggalkan pekerjaannya untuk mengantar aku, menunjukkan jalan, dan menungguiku sampai selesai waktu pelajaran, jam 10 pagi.

Hatiku sungguh bahagia tiada terkira. Apa yang aku dapatkan pada hari pertama sekolah membawa kesan bahwa sekolah tidak ubahnya seperti bermain sambil berhitung, bersendau gurau dengan teman, dan berlagu, hanya saja, kami, murid murid harus melakukan semuanya itu dengan berseragam putih merah. Hanya itu yang ada di benakku. Bu Tum, nama lengkapnya Tumiyem, guru kelasku, memberiku kesan demikian.

Hingga suatu ketika, tibalah saatnya pelajaran terakhir yaitu, menyanyi. Tidak ada anak kecil yang tidak suka bernyanyi, termasuk aku. Bu Tum, mulai menulis not not angka dan syair di papan tulis. Lagu yang indah, "Gambang Suling".

Setiap satu baris lagu yang dinyanyikan oleh Bu Tum kami semua murid menirukannya. Betapa gembiranya. Anak-anak mulai menyayikan lagu tersebut tanpa harus dituntun oleh Bu Tum. Hingga akhirnya Bu Tum bertepuk tangan, dan kemudian dengan serta merta mengacungkan telapak tangan kanan beliau tanda bahwa anak anak diminta berhenti bernyanyi. Aku paling bisa bernyanyi saat itu, keras dan lantang.

Bu Tum menghampiriku, dan berkata; "Nak, kamu sepertinya sudah biasa bernyanyi ya, untuk sementara kamu dengarkan dulu teman temanmu bernyanyi ya, Nak", begitu beliau berujar penuh kasih sambil mengelus kepalaku. Bagai di terbangkan ke langit, wah wah, aku memang jago menyanyi. Kulihat sesekali ibuku yang mengintip dari luar jendela, tersenyum kecil padaku. Hingga sampai bel pulang dibunyikan, aku tidak juga diminta untuk bergabung kembali menyanyi bersama teman teman. Wah wah,,,aku memang benar benar hebat,,,. Akhirnya kami pulang.

Dengan langkah yang berjingkrak jingkrak, bersenandung, aku menghampiri ibuku. Aku ingin mengatakan sesuatu kepadanya kalau aku anak paling jago menyanyi di kelas. Sambil berjalan pulang menggandeng tangan, ibu menaikkan aku di gendongannya, sejenak kemudian berkata; "Nak, kalau menyanyi itu dengarkan apa yang dinyanyikan ibu guru yaaa,,. Kamu tadi nyanyinya bagus,,,,kerassss sekali,,,,,,,,,,,,paling keras,,,,,,,tapi nyanyi kamu tidak sesuai apa yang dilagukan Bu Tum,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,".

Tuing,,,,,,kemarin malam,,,setelah hampir duapuluh tahun berikutnya baru aku sadar.,,,,,,,,,,,,kalau aku FALS,,,,bahkan sampai sekarang,,,,,,,,,,,,,,,,hiks hiks,,,,,


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help