Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Homeamaltia gunawan

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
gotri legendri nagasari
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

I find that Italian is the most beautiful language for my ears to listen among language I speak: Dutch, German, Italian, English, and Russian.

Try to listen these songs to get it proved!

Playlist   
Melodramma Cieli Di Toscana Andrea Bocelli 
Mille Lune Mille Onde Cieli Di Toscana Andrea Bocelli 
E Sara' A Settembre (Someone Like You) Cieli Di Toscana Andrea Bocelli 
Chiara Cieli Di Toscana Andrea Bocelli 
Resta Qui Cieli Di Toscana Andrea Bocelli 
Il Mistero Dell'amore Cieli Di Toscana Andrea Bocelli 
Il Mistero Dell'amore Cieli Di Toscana Andrea Bocelli 
Se La Gente Usasse Il Cuore Cieli Di Toscana Andrea Bocelli 
Si Volto Cieli Di Toscana Andrea Bocelli 
L'Abitudine Cieli Di Toscana Andrea Bocelli, Helena 
L'Incontro Cieli Di Toscana Andrea Bocelli, Bono 
E Mi Manchi Tu Cieli Di Toscana Andrea Bocelli 
Il Diavolo E L'Angelo Cieli Di Toscana Andrea Bocelli 
L'Ultimo Re Cieli Di Toscana Andrea Bocelli 
L'Incontro (Bonus Track) Cieli Di Toscana Andrea Bocelli Feat. Gerard Depardieu 

LinkMar 30, '10 4:34 PM
for everyone
Link: http://www.picktorrent.com/download/1f/3416862/the-classical-piano-sheet-music-collection/

How happy I am finding these piano sheets for free!!!!
thanks to those who invented peer-to-peer downloading system. I love you full....

Blog EntryDec 29, '09 12:22 PM
for everyone
Semua orang, pasti semasa kecil pernah mempunyai seorang idola. Bila diingat, hampir semua teman semasa kecil saya mengidolakan artis, dan beberapa lainnya mengidolakan pak Harto. Tidak aneh memang karena pada jaman itu karena hampir setiap hari kita dijejali dengan suguhan acara televisi yang menampilkan artis-artis; penyanyi maupun sinema televisi. Mungkin hanya saya, diantara teman-teman sebaya yang mengidolakan orang berbeda dari kebanyakan anak. Saya dahulu ketika kecil mengidolakan Ida Gedhang.

Ida Gedhang terkenal karena kisahnya yang lucu sekaligus membuat kita menelan ludah, meskipun kala itu saya tidak tahu mengapa Ida menjadi begitu terkenal, saya masih kecil.
Ida diberitakan di koran-koran di Jogja kala itu setelah harus dibawa ke rumah sakit karena pisang yang dia gunakan untuk swalayan patah dijalan dan tidak bisa diambil. Menurut kabar dari teman mas Cuk, kejadian ini terjadi di Lembah UGM.

Tidak ada yang bisa menggeser ke-legenda-an kisahnya meskipun setelahnya tersiar kabar pula bahwa sekitar tahun 92an ada orang lain (Kuncen kalau saya tidak salah) melakukannya dengan menggunakan dop atau plenthong atau bohlam yang juga membawanya ke rumah sakit akibat macet.

Kisah Ida Gedhang yang lengkap bisa dilihat sendiri di thread saya dahulu mengenai Jogja Urban Legend di
http://amaltiagunawan.multiply.com/journal/item/201

Pencarian saya akan idola masa kecil saya tersebutsudah berakhir. Saya menemukan mbak Ida (detail untuk konsumsi pribadi saja) karena diberitahu oleh mbak Tiwi id Multiply nadanusantara. Ida yang sekarang, meskipun sudah berumur hampir kepala empat, tapi masih tetap cantik. Benar-benar idola saya masa kecil yang tak pernah lekang oleh waktu.

Namun, yang tidak saya habis pikir adalah ternyata  mbak Tiwi nadanusantara ini kok bisa jadi temenya Ida ya?. Mbak Tiwi kok ga pernah bilang ke saya kalau dia temannyaaaa???? bertahun tahun mencari dia, ternyata temannya mbak Tiwi, bulik saya sendiri. Kok bisa temenan ama Ida ya...
...........atau jangan jangan.... mmhhhh saya kok jadi curiga sama mbak Tiwi ya.......jangan-jangan dulu mbak Tiwi nama trendi-nya Tiwi Gori ya? ha teneh ledhes ambyar dadi sak walang walang.....Tapi masih untung bukan Tiwi Durian.......wekekeke. Eh kok tapi Tiwi Durian bagus ya, menjual, kaya nama nama penyanyi ndangndut di THR Purawisata.

Kok tiba-tiba jadi punya ide memberikan nama panggung kepada teman-teman MP saya ya.

  • Ida Gedhang, Tiwi Gori
  • Lalu ada Gotrek Ciplukan (wekekkeke la emang segitu ukurannya,,,,,,,,,,,upilnya)
  • Agam Pace (lumayan sih........tapi bauknya kecing,,,pacenya!!! pace!!)
  • Kiswasono Telo (gedhe dan mbekisik...............kakinya!!!! wong emang dia kalau kemana mana nggak pernah srandhalan)
  • Tapi dari semua nama, kayanya yang paling senang om Inyong deh, Inyong,,,,Terong,,,,,tapi kembangnya wekekkekekkeke merekaahhhhhhh. Inyong Kembang Terong. Ga papa om, yang penting kan warnanya,,,,,ungu wekkekeke,,,,,,,kantore om Inyong gedhe *ngomong sambil njembeng lambe**
 

Mannaggia! Possibile che tutte le volte che andiamo in campagna con la roulotte comincia a piovere, e i miei figli mi dicono :

Gli animali non hanno ombrello
e non portano mai il cappello
piove tanto e si sono bagnati
sono già tutti raffreddati
che si fa ? Chi li aiuterà ?
Quel gufo con gli occhiali che sguardo che ha
Lo prendi papà ? Si !
La lepre in tuta rossa che corse che fa !
La prendi papà ? Si !
Quel canarino si è ferito e non lo lascio qua !
Lo prendi papà ? Lo prendo se vuoi così guarirà
Quel ghiro dormiglione sbadiglia di già !
Lo prendi papà ? Si !
Quel topo campagnolo trasloca in città !
Lo prendi papà ? Si
Ma questa mia roulotte mi sembra l’Arca di Noè però ci si sta
stringendosi un po’ !
Sei forte papà !
E questi poveri animali
ora che piove
non ho il coraggio
di abbandonarli così…

Quel picchio col martello che buchi che fa !
Lo prendi papà ? Si !
Quel grillo chiacchierone che chiasso che fa !
Lo prendi papà ? Si !
Ma questa mia roulotte mi sembra l’arca di Noè però ci si sta
stringendosi un po’ !
Sei forte papà ! Stringendosi un po’ !



Download this and other original video files with Multiply Premium.


------------------------
lyrics from azlyrics.com

Christopher Robin and I walked along
Under branches lit up by the moon
Posing our questions to Owl and Eeyore
As our days disappeared all too soon
But I've wandered much further today than I should
And I can't seem to find my way back to the Wood

So help me if you can
I've got to get back
To the House at Pooh Corner by one
You'd be surprised
There's so much to be done
Count all the bees in the hive
Chase all the clouds from the sky
Back to the days of Christopher Robin and Pooh

Winnie the Pooh doesn't know what to do
Got a honey jar stuck on his nose
He came to me asking help and advice
From here no one knows where he goes
So I sent him to ask of the Owl if he's there
How to loosen a jar from the nose of a bear

Help me if you can
I've got to get back
To the House at Pooh Corner by one
You'd be surprised
There's so much to be done
Count all the bees in the hive
Chase all the clouds from the sky
Back to the days of Christopher Robin and Pooh

It's hard to explain how a few precious things
Seem to follow throughout all our lives
After all's said and done I was watching my son
Sleeping there with my bear by his side
So I tucked him in, I kissed him and as I was going
I swear that the old bear whispered "Boy welcome home"

Believe me if you can
I've finally come back
To the House at Pooh Corner by one
What do you know
There's so much to be done
Count all the bees in the hive
Chase all the clouds from the sky
Back to the days of Christopher Robin
Back to the ways of Christopher Robin
Back to the days of Pooh




Download this and other original video files with Multiply Premium.

Perkembangan jaman sudah mencapai level dimana teknologi menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Pesatnya perkembangan dan kemudahan dalam mengakses teknologi memungkinkan segala macam perkembangan dunia bisa diakses oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Tayangan televisi adalah satu dari beberapa contoh teknologi yang bisa diakses oleh umum, bahkan, anak-anak usia sekolah dini sudah dibiasakan menggunakan teknologi untuk membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari dan mengikuti perkembangan jaman. Namun, ternyata kemudahan akses tersebut mempunyai ekses pula jika akses oleh anak-anak tidak mendapatkan pengawasan mengingat sifat teknologi yang terbuka dengan berisi segala macam informasi. Pengarahan dan pendampingan adalah dua dari beberapa cara untuk memberikan proteksi akan arus informasi yang bebas dan terbuka yang belum layak untuk diterima oleh anak-anak. Hal tersebut berpengaruh buruk terhadap perkembangan mental, kestabilan emosi, dan pematangan seksual dini. Acara-acara sinetron di televisi adalah contoh informasi yang harus dibatasi, bahkan dikunci agar tidak bisa diakses oleh anak-anak.

Tidak hanya itu pula, hak anak untuk mendapatkan informasi yang tepat untuk usia mereka sekarang mulai terbatas jumlahnya. Tidak banyak acara di televisi yang menyediakan informasi sesuai dengan kebutuhan hiburan dan informas untuk anak. Sekarang, anak cenderung disodori dengan hiburan orang dewasa, bahkan untuk musikpun anak terpaksa harus mendengar dan mengikuti lagu-lagu dan acara lagu orang dewasa yang sebenarnya konten dari lagu dan acara lagu tersebut belum layak untuk diberikan untuk anak. Tidak seperti jika kita kembali ke sepuluh hingga duapuluh tahun lalu. Kebutuhan anak akan informasi dan hiburan bisa terpenuhi dengan adanya acara-acara yang memang diperuntukkan usia kanak-kanak, film pendidikan, sinema televisi yang bermuatan pendidikan, acara hiburan anak-anak, panggung hiburan anak-anak dan lain sebagainya. Bahkan, lagu-lagu kusus anak-anak juga tersedia. Di dalam lagu tersebut terkandung muatan pendidikan yang sesuai dengan usia mereka.

Berbicara mengenai lagu anak-anak era 80-an dan 90-an, selain mengandung unsur pendidikan di dalam konten syairnya, ternyata kualitas vokal penyanyinyapun tidak sembarangan. Usia mereka yang masih anak-anak ternyata menurut saya pribadi jauh lebih baik daripada kualitas vokal penyanyi-penyanyi karbitan remaja dan dewasa masa kini. Mereka dengan gaya khas anak-anak, teknik bernyanyi yang pas untuk anak-anak, keriaan khas anak-anak dan konten lagu yang pas untuk usia mereka, ternyata bisa  memberikan hiburan yang bermuatan informasi, petuah, pesan-pesan sosial dan pesan mendidik yang lainnya. Sebagai contoh lagu berjudul Anak Jalanan oleh Fadly yang membawa pesan tentang betapa pentingnya pendidikan dan sekolah, serta mengasah kepekaan sosial anak-anak yang mendengarnya. Juga lagunya Janter Simorangkir yang berjudul Katakan Mama, yang berisi pesan hormat dan cinta yang tulus untuk mama, dan lain sebagainya.

Hal ini hendaknya menjadi perhatian bagi semua pihak, tidak hanya pemerintah dalam membuat regulasi penyiaran, atau dari pihak penyedia jasa siaran televisi untuk menyediakan hiburan khusus untuk anak seperti yang pernah ada dimasa 80-an dan 90-an. Hal ini tentu saja juga tidak lepas dari peran orang tua untuk memberikan bimbingan dan pengawasan yang ketat agar hiburan yang tersampai kepada anak sesuai dengan usia dan perkembangan emosi. Awas kalo ga mau!! tak demo sekalian!!!! **nyiapin poster**

Note: Dibawah, saya posting dua buah lagu dari Fadly berjudul Anak Jalanan dan Janter Simorangkir berjudul Katakan Mama. Terimakasih untuk mas Hans Wilson atas lagunya. Sebuah hadiah untuk masa kecil saya yang tak ternilai harganya. Di tempat lain, saya juga aplot lagu lagu masa kanak-kanak era 80-an 90-an, seperti Kring Kring Goes Goes oleh Bayu Bersaudara, Laura da Costa oleh Pandu Papra, Jangan Pipis Sembarangan oleh Leony Bing Slamet, Embok Jamu oleh Erin dan Karina dan lain lain di link ini

Terimakasih saya juga untuk para pemburu kaset bekas: mbak Tiwi, mas lanangjaka, mas erwin, ncep, mas doel, maston, mas aldiwirya dan lain lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu disini atas memory masa kecil saya melalui lagu lagu yang diaplot di MP.
Jika ada yang mau request lagu lagu, silakan hubungi saya di MP ini atau email saya, jika saya ada maka saya akan kirimkan. Saya punya Diana Papilaya, Chica, Dina, Ira Maya, Adi, Boby Sandora, Santi Sardi, dll.


Fadly - Anak Jalanan   
Janter Simorangkir - Katakan Mama   
Fadly - Selamat Tinggal Lampu Merah   
Doa Seorang Anak Lagu Anak2 Diana Papilaya 
Pangeran Dangdut  Abiem Ngesti 
Bebek-Bebekku Bebek-Bebekku Vien Is Haryanto 

Blog EntryNov 14, '09 10:04 PM
for everyone
Cium tangan, menurut hemat saya adalah budaya feodalist dan bid'ah tanpa dasar dalam agama Islam, namu begitu, budaya ini masih saja sampai sekarang dilakukan oleh kebanyakan orang Indonesia khususnya orang Jawa. Ada kalanya, budaya cium tangan tidak selamanya bermakna tidak baik, menjilat, tidak perikemanusiaan, bid'ah, namun adakalanya budaya cium tangan ini bisa menimbulkan kesan baik pula seperti romantis dan menghormati.

Bicara mengenai cium tangan, saya sejak kecil terbiasa melakukan cium tangan, namun HANYA dan hanya kepada bapak ibu saya saja, entah itu ketika mau pamit pergi ataupun ketika bertemu. Bukan mengagungkan, namun saya menghormati orang tua saya, saya mencintai orang tua saya. Kegiatan ini sudah saya lakukan sejak saya kecil sehingga sudah menjadi kebiasaan yang tanpa sadarpun saya melakukan itu.

Tadi, selepas sholat, tiba-tiba di depan rumah ada bunyi klakson, nampaknya dari taxi yang saya pesan melalui telepon sebelumnya. Saya memesan taxi untuk diantarkan ke bandara karena tidak ada yang bisa mengantar saya untuk memburu penerbangan paling pagi. Saya mau travelling. Di dalam taxi, saya tak banyak bicara dengan sopir karena saya masih mengantuk. Saya memilih untuk tidur di dalam taxi.

Sedang nyenyak tidur, tiba-tiba saya dibangunkan sang sopir.

"Mas, sudah sampai, nanti terlambat loh"

Saya yang suka kaget kalau dibangunkan tidur, serta merta seperti orang linglung, dan buru buru mengusap mulut saya sambil beranjak membawa tas dan membuka pintu keluar dari taxi. Istilahnya nyawa saya belum terkumpul sepenuhnya. Saya lantas setengah lari saya menuju ke pintu sopir dan mengulurkan tangan saya. Disambutnya dengan uluran tangan.

"Pun nggih, Pak, pamit rumiyin, (Saya pamit dulu ya, Pak-Jawa)", begitu ucap saya dan sambil salaman dan mencium tangannya sambil berlari berlalu ke arah terminal bandara.

Sudah hampir dekat terminal, tiba-tiba langkah saya terhenti,
crriiiiiingggg.....saya balik badan sambil nelan ludah...setengah berlari menuju taxi tadi...ihikk

"Maaf, Pak.........ingat saya tadi yang ngantar bapak saya......ini uangnya", sambil segera secepat-cepatnya ingin pergi dari sopir taxi yang sedari tadi melongo, bahkan sampai ketika saya berbalikpun.

Hiks.......aku nyium tanganye sopir taksiiiiiiiiiiii huaaaaaaaa ...ogaaaaaahhhhh,,,rambut tangannye lebuatttt,,,hiyeekkkk * sambil ngeludah2 ngelap pake sapu tangan**




Blog EntryNov 10, '09 10:54 PM
for everyone
Menjadi student dan student yang friendly kepada semua orang ternyata sangat membantu kita untuk survive, terutama di negeri orang. 

Dari sifat suka bergaul kepada semua orang itu, termasuk kepada native nederlandse, membuat akses untuk mencari part time job (kerja paruh waktu) lebih terbuka lebar kepada saya. Pada saat yang bersamaan, saya pernah mendapatkan banyak sekali part time job (separo ilegal) seperti; tukang koran, cleaning servis di sekolah dasar dan cleaning servis di sebuah hotel di kota Delft yang akan segera soft opening. Honornya lumayan untuk ukuran student seperti saya. Dari beberapa macam kerja paruh waktu itu, saya paling suka kerja sebagai cleaning servis di sebuah hotel, karena disitu saya diberikan akses penuh di dapur, tempat dimana makanan lezat dan enak boleh saya cicipi ketika ada kelebihan, termasuk juga akses yang lain di dapur.

Sungguh gembira hati saya waktu itu mendapatkan pekerjaan tersebut. Kegembiraan saya ini saya ceritakan melalui blog dua minggu setelah saya selesai kontrak kerja di situ hingga dibaca oleh tante saya, mami Eny. Mami Eny ini adalah perokok berat dan sulit dipisahkan dengan rokok. Bahkan, hobinyapun tak jauh dari hal merokok, yaitu mengkoleksi asbak. Asbak-asbak yang koleksi beliau ini adalah bukan asbak biasa, melainkan asbak yang dikoleksi lebih tepatnya dicuri (-nulis sambil istigfar 33x-) dari hotel-hotel, restaurant, dan tempat-tempat wisata yang memorable diseluruh dunia. 

Mengetahui bahwa saya, salah satu keponakannya ada yang bekerja paruh waktu di Hotel di Kota Delft, Netherlands, dengan serta merta, mami Eny langsung mengontak saya dan mengirim instruksi untuk mencurikan satu buah asbak untuk menambah koleksinya.

Saya yang waktu itu sudah sebulan tidak bekerja di Hotel itu tidak mempunyai cara lain supaya bisa mendapatkan asbak curian kecuali dengan menghubungi bekas teman kerja saya yang masih bekerja di hotel tersebut. Sore harinya, ketika teman saya mendapat shift sore, saya datangi hotel tersebut dan langsung menuju bagian belakang, dapur. Karena semua orang sudah kenal saya dan hotelpun juga belum soft opening, maka sayapun bisa masuk dengan mudah. 

Sesuai instruksi, asbak harus curian, maka sayapun berusaha sekuat tenaga (mengusir setan di dada-lebay mode on) untuk mengambil asbak tanpa bilang kepada seorangpun disitu. Saya satroni hampir setiap meja-meja di lobby, juga kamar-kamar yang memang masih dalam proses finishing, belum ada kuncinya. Namun, saya tidak menemukan satu buahpun asbak dimeja manapun, di lobby atau meja di dalam kamar-kamar. Tak patah arang, saya lalu menuju ke dapur, dimana dahulu saya sering melihat beberapa kawan native nederlandse merokok di situ waktu break time. Uppss....benar!! saya menemukan sebuah asbak dari kaca bening, saya ambil lantas saya masukkan ke tas punggung saya tanpa ada satupun orang yang melihat. "Done, Mam!!", begitu gumam saya.

Di rumah, ketika saya sedang membungkus asbak curian itu menjadi kado, satu teman bule saya datang. Dengan heran dia menanyakan kenapa saya membungkus barang tersebut. Lantas, saya bilang bahwa barang ini nanti untuk mau saya paketkan sebagai kado buat tante saya di Jakarta. Dia kemudian menimpali.

"Barang seperti itu tidak ada di Indonesia ya????" tanyanya heran sangat dengan mulut nganga.

"Ini barang sangat spesial, mijn tante ingin saya menghadiahi dengan asbak curian" jawab saya dengan bangga

Serta merta dia ke pantry dan mengambil sebuah jeruk mandarin dan membelahnya menjadi dua. Disahutnya bungkusan kado dari tangan saya, dibuka.

"Look!!!!!!", diletakkannya irisan jeruk di atas asbak itu dan diperasnya.

"Ini alat perasan jeruk!!!! bukan asbak!!!!"




......................................................................sunyi.........................................................


cuma bisa bengong menelan ludah buanyak sekali......sambil sesekali ngelap iler

tapi itu kan ada tempat naruh puntung rokoknyaaaaaaaaa!! itu asbak tauuuu! *ngeyel Mode ON sambil tetep mbungkusi kado peresan jeruk curian*

MusicOct 27, '09 7:14 AM
for everyone
silahkan mendengarkan, jika perlu diunduh sekalian, atau jika ada waktu saya bagikan kopi soft file nya dalam dvd
koleksi yang lain menyusul, belum sempat diunggah semuanya, masih banyak sekali koleksi sanggar ceritanya

Joko Kendil
Bona dan Cincin Ajaib
Putih Salju
Timun Mas
Ratapan Anak Tiri (Unyil)
Cincin Bulan
Kancil Yang Adil
Karena Buah Dewa
Keong Mas
Petualangan Pinokia 1
Petualangan Pinokia 2
Mencari Penginapan
Pahlawan Cilik
Putri Bulan
Sang Kodok
Selamat Karena Lagu Natal
Sun Mo Mo dan Pangeran Naga
Tukang Cukur Istana yang Cerdik
Taring Halilintar
Upia Putri Ikan Sembilang

thanks to mbak Tiwi n mbak Mung
Joko Kendil Joko Kendil Sanggar Cerita 
Keong Mas Keong Mas Sanggar Cerita 
Side A Putih Salju Dan Tujuh Kerdil Sanggar Cerita 
Side B Putih Salju Dan Tujuh Kerdil Sanggar Cerita 

Jogja Urban Legend

Oleh Amaltia Gunawan


note buat para plagiator: Ini tulisan adalah pengalaman pribadi saya di masa lalu, jadi kalau anda tulis di blog anda atau di forum tanpa menuliskan sumbernya (saya) maka anda bodoh sekali, mosok yo ngerti pengalaman pribadiku nek ora aku  dewe sing crito....aneh bin ra mutu


dari memori saya dipersembahkan untuk kawan kawan masa kecil saya di Sonosewu, Yogyakarta dan saudara-saudara saya di Multiply semua


Kota Jogja, kota kecil yang katanya (sekarang) sumpek, panas, macet dan tidak teratur ini meninggalkan banyak sekali kenangan. Bagi mereka yang merantau, entah ke luar kota atau bahkan yang sampai ke luar negeri, atau bahkan mereka yang pernah tinggal sementara di kota ini, pastilah mempunyai kenangan tersendiri akan kota ini. Berikut kenangan saya tentang beberapa mitos dan legenda yang saya alami ketika saya masih kecil, dan kenangan-kenangan tersebut sampai sekarang masih membawa sunggingan tawa kalau diingat, yaitu kenangan, peristiwa, mitos, legenda yang menginspirasi, usang namun kenangannya tidak lekang, orisinil, hampir dan bahkan sudah dilupakan, hampir dan bahkan sudah hilang punah karena tidak terdokumentasikan dengan baik, yang menurut saya pantas diberikan predikat LEGENDA JOGJA TAK TERDOKUMENTASI. Dipersembahkan untuk anak-anak Jogja di masa datang, supaya tidak lupa akan hal ini. Ini merupakan opini pribadi saya dan beberapa teman. Sila menikmati:


1. Suara drumb-band tengah malam.

Sekitar tahun 80-an akhir, setiap tengah malam, di hari hari tertentu, kita orang jogja pasti mendengar suara drum-band. Kalau yang rumahnya barat, pastilah mengira asal suara itu dari timur, kalau dari selatan pastilah mengira itu asal suara drum-band dari arah utara, begitu pula sebaliknya. Anehnya, suara itu ketika dicari tidak ada satupun yang menemukan. Saya pernah minta kepada bapak untuk nonton itu drumb-band, lantas diantar sama bapak mencari asal suara itu, tapi tetap saja tidak ditemukan. Ini semua orang jogja asli pasti tahu.


2. Legenda Yu Darmi. 

Tentang legenda hidup ini, mbak Tiwi nadanusantara pernah membahasnya di sini ., juga ada teman bahas di sini juga. Beliau adalah legenda dunia malam pinggir kota. Dengan payung hitam dan baju hangat semacam sweater berkerah menutup leher, beliau "bekerja" menjadi PSK senior. Rumahnya kalo ndak salah diselatannya stasiun lempuyangan. 

Waktu SD ketika saya berangkat setor koran naik sepeda pagi-pagi dari jalan Diponegoro ke stasiun tugu dan lempuyangan, saya sering berpapasan dengan beliau, bahkan beliau sering menyapa sesiapa yang masih terbangun dini itu di sekitar area lempuyangan kadang di utara Kridosono. Tapi apa yang dilakukannya waktu itu saya ndak mudheng.


3. Gauk (sirine-Jawa) pabrik gula Madukismo

Suara gauk yang meraung raung setiap jam 5.45, 6.00, 21.45, dan pukul 22.00. Suara ini akan terdengar setiap musim tebang tebu atau disebut cembengan, yaitu pada bulan April-Oktober.


4. Gauk pitulasan, 1 maret, dan 10 november.

Suara gauk ini berasal dari tower gauk di selatan pasar Gampingan (Serangan) selatan jalan. Dulu disitu ada tower jaman belanda  yang selalu dibunyikan pada tanggal tanggal tersebut. Kalau tanggal 1 maret dan 10 November pasti dibunyikan tepat jam 6 pagi. Kalau pas pitulasan pasti jam 10 pagi. Pada saat gauk pitulasan dibunyikan, ada ritual kusus yang dilakukan para mahasiswa Institut Seni Indonesia, yaitu tiarap. Tapi akhir 80-an, tower yang sudah tidak berfungsi sejak awal 90-an itu sudah dirubuhkan karena dibelakangnya dibangun PLN baru. Sebelum PLN, bangunan pabrik anim yang terkenal angker.


5. Air Mancur

Dulu di tengah perempatan Kantor Pos Besar ujung jalan Malioboro ada air mancurnya. Lalu sekitar pertengahan 80-an air mancur itu dihilangkan seiring meningkatnya volume lalu lintas yang melewati perempatan itu. Lantas, lokasi NOL kilometer itu dinamakan Air Mancur. Kalau ndak percaya tanya aja sama kernet bus kota jalur 9 warna oranye itu.


6. Suminten Edan

Hahaha tokoh kethoprak ini sangat fenomenal sekali. Siapapun pasti pernah nonton ketoprak ini, enta itu nonton dirumah sendiri atau di tetangga. Ketoprak yang sangat menakutkan bagi anak-anak kecil, hahaha, apalagi suara tangis bayinya Suminten. Tokoh yang memerankan Suminten Edan adalah Marsidah, BSc., dari sanggar ketoprak Sapta Mandala pimpinan pak Widayat. Rumah bu Marsidah dari dulu sampai sekarang di selatan pasar Ngringin di Patangpuluhan. Dahulu Sapta Mandala bernama Kridha Mardi, yaitu bidang kesenian dari group kesenian underbow Lekra dari Partai Komunis Indonesia


7. Gito-Gati PS Bayu

Tokoh kembar fenomenal dalam bidang perkethoprakan Jogja dan sekitarnya. Anak-anak kecil bisa membedakan keduanya dari "upa atau nasi yang menempel di pipi" salah satu dari keduanya. Anaknya, Bambang Rabies sampai sekarang masih eksis di dunia kesenian.


8. Kethoprak Sayembara TVRI Jogja

Beberapa judul yang masih saya ingat: Ampak-Ampak Singgelopuro; Kesaput ing Pedhut, Ampak-ampak kaligawe, dll. Terakhir kethoprak sayembara tahun 1994 dengan tokoh Ria Enes yang punya noda "toh" di lengan. Sponsor ketoprak sayembara terakhir adalah majalah Referendum yang terbit dan mati pada tahun-tahun tersebut. Salah satu tokoh yang sangat terkenal adalah Ki Bongol, seorang misterius yang sakti mengenakan caping. Dan ingat ga, kalau yang jadi mbok mban di setiap lakon selalu sama orangya, ibu ibu gemuk pendek, namanya Bu Titik, tapi panjangnya siapa ndak tahu.


9. Mbangun Desa

Cerita semacam opera sabun yang digunakan oleh pemerintah sebagai sarana untuk menyalurkan kebijakan-kebijakan yang bertitik pada pembangunan desa. Dikemas lucu dan dengan gaya jogja yang khas. Tokoh-tokoh dalam opera ini adalah: Den Baguse Ngarso (Drs. Susilo), Pak Bina, Bu Bina (Heru Kesawa Murti), Kang Sronto, Yu Sronto (yang aslinya adalah istri dari pemeran Pak Bina), Den Ayune Ngarso (Yati Pesek) Kuriman, dan terakhir ada Yu Beruk.


10. Obrolan Angkring


Sapa kelingan tokoh tokohe, ayo tulis kene. Nek aku masih ingat lagunya loh.

Warung angkring sebutane

Ra ngintelek ning mesti dho dikangeni

Mahasiswa, tukang becak, seniman lan senewen

kabeh ngumpul dadi siji dho gayenge

Ngobrol mrono, ngobrol mene kaya ahli

Wusanane ngrasani nggone tanggane

Aja-aja, aja keladuk sembrono, iso iso diciduk karo pulisi

Mangga-mangga, mangga lenggah wonten mriki

Lenggah nangkring, sego kucing, karo ngopi

Mangga-mangga, sing ra jajan mesti rugiii


11. Basiyo

Dagelan mataram ala Jogja yang digawangi oleh Alm. Basiyo, Alm. Ki Narto Sabdo. Ngabdul,dll. Dagelan yang bersahaja, lugu, cerdas, antisipatif, tidak sarkasme, dan sangat kental dengan kebudayaan dan cara hidup orang kebanyakan di Jogja.

Dagelan gaya mataraman ini, kaset dan mp3 nya bisa didengarkan di koleksi saya di sini


12. Sujud Sutrisno

Seorang pengamen jalanan jogja yang khas dengan permainan kendang tunggal di selempangkan menyamping di perutnya.  Mulai mengamen dengan kendang tunggal ini sejak ibuku belum lahir,,yaitu sebelum tahun 62, dan sampai sekarang mbah sujud masih mengamen dengan cara yang unik ini. Satu frase dalam lagunya yang terkenal adalah

"Tum, dundang mbokmu....."

Rekaman lagunya bisa di dengarkan di koleksi musik saya di sini


13. Puk puk puk, ji walang kaji puk puk beruk dem dem


Masih ingat ga, tahun sekitar 80an pertengahan, ada opera Lebaran TVRI Jogja yang dibintangi oleh Didik Nini Thowok, Daryadi, Marwoto Kawer, dan Bu Titik (yang biasa jadi mbok mban di ketoprak). Dalam opera itu, Dhidik Nini Thowok dan Marwoto Kawer merapal mantra yang lucu dan masih saya ingat sampai sekarang.

Mantranya Marwoto Kawer: Pok pok pok dem dem dem, ji walangkaji pok pok beruk dem dem dem;

dan satu lagi ajian yang dimiliki oleh Dhidik Nini Thowok

Sek esek esek, ora ngalor ora ngidul nunul menuk Dul....

hahaha


14. Ciri-ciri orang Bantul: pipi kanan hitam


Hahaha ini pomeo entah siapa yang memulai, yang jelas sejak saya masih TK, sekitar tahun 87an, saya sudah mendengar tentang hal ini. 

Jadi begini, dahulu, orang orang Bantul banyak sekali yang bekerja ke Kota Jogja. Ribuan orang bersepeda bersama memenuhi jalan jalan arteri utama Bantul-Jogja, seperti jalan Bantul, jalan Parangtritis, dan jalan Imogiri, baik pada pagi hari ketika datang maupun sore hari ketika pulang, berjajar 2-3 sepeda di sebelah kiri. Ketika berangkat kerja, mereka berbondong-bondong bersepeda menuju Kota yang berada disebelah utara, menuju arah utara, sehingga matahari pagi di timur lebih banyak menyinari sisi muka sebelah kanan. Begitu pula sebaliknya, ketika pulang, muka mereka sebelah kanan kembali terkena matahari sore di ufuk barat. Begitulah pomeo ini berlaku hahahaha.


15. Legenda LAMPOR

Ketika saya kecil, saya pernah diceritakan sama bapak kalau di malam-malam tertentu, orang orang disepanjang lembah Kali Code mendengar bunyi gemerincing dan derap kaki kuda. Dan ketika mereka mendengar itu, lantas serta merta mereka akan menutup pintu dan jendela. Ya, mereka bilang ada LAMPOR datang. Lampor adalah tentara dari kerajaan Ratu Pantai Selatan. Mereka datang dengan kereta kuda mengantarkan Ratu yang hendak berkunjung dengan kereta kencananya menuju Gunung Merapi melewati sungai Code. Tapi jaman dulu memang mereka benar-benar mendengarkan suara gemerincing itu. Jika suara itu datang, pendudu lantas menutup pintu lantaran takut dibawa serta ke Laut Kidul. Tapi suara itu terdengar benar-benar!!! Legenda tentang Lampor ini pernah dituliskan dalam sebuah cerpen oleh seorang tukang becak, tapi ketika tulisannya mendapat juara dalam sebuah kompetisi, dia menolak untuk menulis lagi.


16. JOXZIN JXZ


Joxin, atau ada yang menyebutnya dengan kepanjangannya Pojox Pom Bensin, adalah grup gank tertua dan terkenal di Jogja. Bermula ketika anak anak seputaran malioboro dll, membuat kumpulan gank yang suka nongkrong di Perempatan Sultan Agung (timur Shoping) di depan POM Bensin Senopati yang sekarang sudah dijadikan taman parkir.
Versi lain mengatakan bahwa JOXZIN ini adalah akronim dari Joko Sinting. Selalu berkendara motor RX King. JOXZIN menginpirasi lahirnya gank lain seperti QZR, Qizruh yang jika melakukan tawuran selalu mengendarai motor Jet Colet dengan ciri khas sticker putih di  slebor depan. Kemudian muncul gank lain seperti: CNX Conyax, Ardath Aku Rela Ditidurin Asal Tidak Hamil, CAJ Cina Anti Jawa, TRB Trah Budeg, dan yang agak baru ada GMX Gemax yang bermarkas di Kauman.

17. Bioskop-bioskop Legenda kota Jogja

Berikut nama-nama bioskop yang dulu sempat ngetop di kota Jogja.

President dan Senopati (Satu lokasi di Shoping Centre, sekarang Taman Pintar)

Soboharsono, Widya (Seputaran timur alun alun utara)

Indra, Permata, Arjuna, Empire, Regent, Ratih, dll

Dan satu bioskop yang waktu saya SMP paling terkenal karena kutu busuk (tinggi)nya adalah Sobo Harsono di pojokan alun-alun utara.

Siapa yang tahu? tulis di komentar aja, nanti tak unggahkan


18. Muktamar Muhammadiyah ke-42

Muktamar ini diselenggarakan di kota Jogja pada bulan Desember tahun 1990. Ini menjadi fenomenal karena bersamaan dengan acara Visit Asean Year.


19. Kirab tinggalan dalem Sri Sultan HB IX dan kirab jumenengan Sri Sultan HB X


Setahun setelah meninggalnya Sultan HB IX bulan Oktober 88, tepatnya tanggal 7 Maret 89, diadakan Kirab Ageng Jumenengan Dalem Pangeran Mangkubumi menjadi HB X


20. Mencari kliping di Shoping


Hahaha dulu kalau ada tugas membuat kliping pasti tujuannya ke shoping. Shoping menjadi ramai sekali pada saat tahun ajaran baru. Shoping yang letaknya di sebelah timur Munumen Satu Maret, depan Bank Indonesia, menjadi tempat tujuan bagi ibu ibu membeli buku murah untuk anak-anaknya.


21. SMA 17-1

Hahaha orang dulu menyebutnya SMA Pitulassiji. SMA swasta yang mirip SMA Negri (karena ada angka 17nya) yang sangat fenomenal karena reputasinya dibidang BERANTEM. Terletak di Pingit, Ujung Selatan Jalan Magelang. Sejak beberapa tahun lalu lembaga yang menaungi SMA ini sudah bubar.


22. Jagading Lelembutnya Djoko Lodhang

Rubrik di Majalah Bahasa Jawa ini menjadi rubrik paling favorit, setelah rubrik Dhat Nyeng dibagian sampul belakang dan rubrik Pengalamanku. Berisi tentang cerita kisah nyata dari para pembaca mengenai kejadian metafisika dan hantu yang mereka alami. Rubrik ini dikemas seperti rubrik Cerkak dan Cerbung


23. Pak Abas CH

Semasa saya kecil, Pak Abas CH selalu mengisi sebuah acara di Radio Retjo Buntung bernama Pembacaan Buku. Acara ini berisi opera radio yang dinarasi oleh beliau. Diputar setiap hari Minggu jam 14.30. Diiringi gesekan rebab dan alunan melodi gender membuat acara ini semakin syahdu.

24. Hari Untarto

Mahasiswa abadi Biologi UGM ini adalah icon atensi dan pecinta radio, terutama UNISI. Hari, sehari harinya menghabiskan waktu untuk melakukan atensi, live phone ke radio radio di Jogja, biasanya mengirim lagu untuk Dian PTN, anak biologi angkatan 2000.

25. Jamu Gandring
Hahahaha ini tidak ada ditempat lain kecuali di Jogja, dan itupun hanya seorang. Jamu Gandring ini makanan, serupa permen, berasa jahe yang dibentuk bulat bulat kecil berwarna coklat. Simbah almarhum yang menjual jamu gandring ini biasanya meneriakkan "Ndriiinggg,,,Jamu Jamu Gandring" dengan tone rendah sambil membawa pikulan dibahunya. Ciri Khas lain adalah pikulannya ada semacam wayang orang di kedua sisi, tapi bukan tokoh wayang, hanya ciptaan si simbah penjual jamu gandring.
Dahulu, para ibu jika menemukan kesulitan "ndulang" anaknya dan/atau anaknya suka minta jajan, maka ibu itu akan bilang "nek jajanan terus ora gelem maem tak undangke mbah jamu gandring, ben digawa lebokne mbagor"

26. Es Goreng Pak Gathot Terkenal di Sekolah-sekolah dasar seantero Jogja. Menjual es yang digoreng (dicelupkan) ke dalam kuah coklat, kemudian si pembeli mengambil lotere berupa kertas kosong yang jika dicelupkan ke dalam air,  maka dalam kertas ini muncul tulisan. Biasanya menyertakan Horn dalam setiap aksinya.

27. Samijaya, Progo, Toko Tiga dan Toko Ramai Tempat belanja dan kongkow paling legendaris di Jogja. Kalau Toko Tiga itu letaknya diselatan perempatan Tamansari (pertemuan Wahid Hasyim dan Sugeng Jeroni)

28. Bah Gemuk Satu-satunya klinik dan toko obat China yang sejak saya masih bayi sudah melayani pengobatan di ujung selatan perempatan wirobrajan. Tabibnya namanya Bah Gemuk. Pengobatan untuk rakyat. Sekarang toko obat bah Gemuk sudah ditutup karena sudah dua kali pasien bah Gemuk meninggal dunia karena salah obat. He

29. Kerkop (KerkHof) Tempat nyekoki balita dan anak anak kecil yang susah makan atau sakit dengan jamu jamuan tradisional jogja. Bocah biasanya dicangar supaya membuka mulutnya, kemudian simbah yang nyekoki jamu, memeras jamu yang sudah dibungkus dengan kain putih tepat di atas mulut bocah yang terbuka. Dulu ada pomoe yang biasa dikatakan ibu ibu kalau bayinya susah makan
"Nek emoh maem mengko tak cekokke ning kerkop loh", lantas bayinya mau makan. Terletak di depan THR, THR dulu adalah kuburan yang dalam bahasa belanda adalah KerkHof.

30. Trinil, endi gembungkuuuuu

Pada medio 80-an, ada sebuah sandiwara radio berbahasa jawa yang diputar di Retjo Buntung dan RRI berjudul Trinil. Tokoh utama dalam sandiwara ini juga bernama Trinil, seorang gadis yang kemudian dibunuh dengan cara dimutilasi, kepala dan tubuhnya dipisahkan oleh pacarnya setelah pacarnya mengetahui bahwa trinil ini hamil. Lantas potongan tubuhnya dibuang di jurang oleh dia dan beberapa temannya. Kemudian, hantu trinil berupa kepala ini menghantui orang orang yang terlibat dalam pembunuhannya. Dan setiap dia menghantui, dia selalu bilang "Endi gembungkuuuu (mana tubuhku-Jawa)".


Versi lain menyebutkan, bahwa hantu yang mencari gembung itu adalah hantunya ibu tirinya Trinil yang mencari potongan tubuhnya. Setelah Trinil membunuh dan memutilasi ibu tirinya, lantas, gembungnya disembunyikan dibawah tempat tidur.


31. Mitro Nggedebus


Iklan jadul obat sakit kepala mixagrip dengan tagline paling terkenal "aaah kang mitro ki nggedebus wae omongane jan...." yang akhirnya menjadi pameo ketika ada orang yang suka ndobos atau bohong maka dia dipanggil Kang Mitro Nggedebus.


32. Kuncung dan Bawuk


Opera tivi untuk anak anak yang ditokohi oleh Kuncung dan Bawuk*sambil njembeng lambe*. Setelah itu acara ini ditiadakan sejak jaman saya masih bayi. Jadi saya cuma dengar ke Legenda an nya dari bapak. Hahaha. Yang saya ingat, kemudian muncul majalah Kuncung dan Bawuk.


33. Ra enak, tur larang, sing dodol ngentutan


Waktu kecil, bapak ibu banyak tidak bisanya nuruti keinginan saya. Salah satu yang tidak keturutan adalah  keinginan saya untuk membeli es krim walls yang dijajakan dengan kereta box kayuhan sambil membunyikan suara yang khas.


Setiap saya kepingin dibelikan es krim tersebut, bapak ibu selalu memberi tahu kalau itu es tidak enak dan mahal supaya saya tidak lagi minta untuk dibelikan. Akhirnya ya tertanam dipikiran saya kalau es Walls itu tidak enak dan mahal. Lalu terbersit di pikiran untuk membuat plesetan kata dari lagu yang diputar oleh penjual es keliling merk walls tersebut


Ra enaakk...tur laraaangg...sing dodol ngentutan [dinyanyikan sesuai notasi lagu yg diputar pada box musik penjual es krim Walls] wakkakaka njur mlayu nggenjrit doyak bakule es krim walls


dan akhirnya tag line plesetan dari lagu gerobak es Walls ini menyebar ke pelosok jogja kala itu. hahaha



34. Montor Duyung

Semasa saya kecil, pernah ada isu tentang mobil box, atau truk, yang suka menculik anak anak dengan cara dimasukkan ke karung, orang-orang menyebutnya, Montor Duyung (mobil Duyung-Jawa). Kadang ibu ibu suka memasukkan ini ketika sedang menyuruh anaknya supaya pulang sekolah langsung pulang kerumah, tidak main jauh jauh dari rumah.


"..Le, aja dolan adoh adoh, mengko ndhak diculik karo Montor Duyung, dilebokne bagor,,,"



35. Sang Legenda: Mbi'ing, Cemul, dan Suprat

Mbi'ing adalah ibu ibu tua tidak waras dengan busana jarikan, kemana mana membawa payung dan nylempangkan jariknya nggembol sesuatu diperutnya. Mbi'ng almarhum rumahnya di daerah Kadipiro, tapi daerah jelajahnya dari Malioboro, ketimur sampai pernah saya temukan dia di daerah Condong Catur. Umpatan khas dari Mbi'ing adalah


",,,malinggg,,,malinggg,,,

maling kijing,,,pateni wae!!" sambil mengacungkan payungnya dan mengkaitkan ke leher orang yang dianggapnya telah mengganggunya.

Cemul adalah orang tidak waras yang berbadan gendut. Tidak banyak bicara tapi suka dimintai nomor oleh orang orang. Wilayah jelajahnya dari rumahnya di Ketanggungan, sampai daerah Magelang, karena saya pernah melihat dia.

Suprat adalah orang tidak waras yang selalu bugil, hanya menutupi tubuh bagian depannya dengan bagor usang. Almarhum suka membawa batu, dan memunguti batu batuan yang ditemukan dijalan. Jika marah suka melempar orang. Suprat juga suka ditanya nomor butut oleh orang orang. Wilayah jelajahnya dari rumahnya di Sonosewu sampai ke Klaten. Saya pernah melihat dia sampai di Klaten. Suprat almarhum ini tetangga saya di RT 04 Sonosewu. Suprat ini sering dikasih makan sama ibu bapak, jadi kalau sama beliau kadang ngerti minta nasi, tapi kalau sama tetangga yang lain yang suka ngejek mesti ngelempar. Kakaknya Suprat adalah Bu Sum.

36. Ida Gedhang

Saya mungkin sudah agak lupa tentang kejadian ini, baik tahun ataupun detailnya, karena mungkin saya masih kecil sekali. Yaitu ketika ada berita dari mulut ke mulut tentang seorang wanita bernama Ida yang masuk rumah sakit karena pisang yang dia gunakan untuk melakukan "swalayan" patah ditempat. Cerita selengkapnya ada di thread saya yang ini


Ku serasa ingin menjadi gedhangnya wakakakka


37. Dolanan Bocah

Gotri legendri, Salah satu dari permainan anak anak Jawa yang sudah punah. Anak anak bermain melingkar, jongkok ditanah. Mereka saling menggilirkan batu ke sebelahnya sambil menyanyikan lagu.


Gotri legendri nogosari


thiwul uwal awul jadah mbantul


dolan awan awan nggolek kodok


titenana besok gedhe dadi apaa


padha mbako enak mbako sedhep


dhempo ewa ewo kaya kodok



Kemudian, yang mendapatkan batu terakhir dia jadi kodok



Permainan anak anak yang lain seperti


Bethet Thing Thong


Bethet thing thong legendar gong


gonge ilang


cam cao gula batu kedhawung ilang



Boy-boynan


Pemain berusaha melemparkan tumpukan pecahan genting, atau kreweng dengan bola kasti atau tenis. Satu orang berusaha mencegahnya.



Udan barat


Permainan menggunakan gacuk, bisa dari pecahan tegel atau kereweng. Dimainkan dengan melemparkan batu ke garis, yang paling dekat dengan garis dia yang mulai main. Gacuk dipasang di kaki, kemudian orang berjalan jingkat jingkat dengan gacuk terpasang disatu kaki. Yang kalah menggendong yang menang, dari garis ke garis.



Benthik


Mungkin sudah banyak dibahas di blog yang lain. Permainan menggunakan dua batang kayu besar dan kecil. Pemain berusaha mencungkil kayu kecil (dengan kayu agak panjang) dari sebuah lubang. Jika pemain lawan tidak bisa menangkapnya, maka lanjut ke level selanjutnya, yaitu Patil Lele.



Tawonan


Permainan berkelompok. Dimainkan dengan membuat lingkaran besar di tanah tempat memenjarakan pemain lawan yang tertangkap.



Jek-jekan


Dimainkan berkelompok. Masing masing pemain berusaha menyentuh tiang milik lawan. Pemain yang baru saja menyentuh tiang sendiri, jika dia menyentuh lawan, maka lawan akan dipenjara ditiang milik dia. Istilahnya, tuwo tuwonan.



Ingkling atau engklek


Ada ingkling gunung, ingkling sarug, ikling montor mabur, ingkling kates, dll gacuk e seka kreweng wekekekke kreweng pecahan gendeng, nek ora yo pecahan tegel, di elus elus nganti kinclong, di kikir pinggire nganti alus, disimpen simpen nggo gacuk nek meh arep ingkling meneh



Jamuran


Dimainkan berkelompok beramai ramai bergandengan tangan melingari seorang di tengah, sambil menyanyikan lagu dibawah rembulan penuh.


Jamuran, yo ge gethok, jamur apa, yo ge gethok, semprat semprit jamur apa?


lalu pemain yang ditengah menyebutkan sesuatu, seperti:


Jamur parut, maka pemain yang melingkar harus mengangkat kakinya untuk dikili kitik dengan kereweng, jika tertawa maka dia jadi yang ditengah


Jamur kendhil borot, semua pemain harus kencing wakakakakkaakakaka marahi kemekelen


dan jamur jamur lainnya



Ancak-ancak alis


Permainan yang juga dimainkan beramai ramai. Dua orang anak menggabungkan kedua tangan mereka dan diangkat tinggi. Anak-anak yang lain membuat rangkaian satu persatu memasuki melewati kedua anak tadi, sambil menyanyikan lagu


Ancak-ancak alis, si alis kabotan kidang


anak-anak kebondungkul si dhungkul...bla bla bla lupa, ada yang ingat?



Cublak-cubkal suweng


Satu orang diminta melakukan posisi seperti orang bersujud, ndhekem. Kemudian empat atau lima anak lainnya bermain menggilirkan sebuah kerikil ditangan mereka. Setelah selesai, anak yang ndhekem tadi menebak kerikil di tangan siapa.


Cublak cublak suweng, suwenge ting gelenter,


mambu ketundhung gudel


pak gemppng lela legung sapa ngguyu ndhelikake


sirpong dhele kosong sir, sirpong dhele kosong



Sepak Sekong


Permainan yang menggunakan bola, biasanya bola plastik. Satu anak menangkap bola yang disepak oleh satu dari mereka. Setelah bola disepak, anak anak yang lain lalu sembunyi. Pemain yang menangkap bola, lalu mencari mereka dan menjaga supaya bolanya tidak disepak oleh pemain lainnya. Jika bola berhasil disepak lainnya, maka harus diulang lagi dan sibocah penunggu bola harus menunggu bola lagi.



Kempyeng atau cring-crong


Permainan anak-anak putri menggunakan uang receh sebanyak lima buah atau berjumlah ganjil. Uang dibolak balik di telapak tangan luar dan dalam. Uang disebar, setelah disebar, uang ditembakkan satu sama lain atas permintaan lawan. Kenapa harus ganjil? satu koin digunakan sebagai penghalang.



Subyung, bekelan, dll


Dhingklik oglak aglik
Permainan anak anak, dimainkan dengan saling mengaitkan salah satu kaki ke kaki teman dalam sebuah lingkaran kecil dengan kaki lain bertumpu di tanah dan melakukan gerakan berjalan seperti berjingkat bersama. Masing-masing tangan pemain memegang pundak atau tangan pemain lainnya.

link tentang permainan anak anak Jawa ada ditempatnya mbak Hida di sini



38. Nas Ping

Frase ini diucapkan jika kita sedang reserve mengenai sesuatu (ngecim). Nilai hukumnya lebih kuat dari sekedar ngecim saja. Biasanya diucapkan lengkap seperti ini


"Nas ping, nas kali pating sapa ndemok dosa....." didahului dengan menggigit ujung jari dan mengolesi dengan ludah sebelum melakukan gerakan menyilang imaginer pada sesuatu yang akan di cim



39. Kuyuhan dibawah Kretek Kewek

Jembatan atau Kretek Kewek, berasal dari kata Kerk=Gereja dan Wek=Weg=Jalan. Merupakan serapan dari kata bahasa Belanda. Dahulu kretek kewek ini adalah cikal bakal prostitusi terkenal di Jogja, Sarkem, Pasar Kembang, karena tepat di sebelah atas jembatan selain digunakan untuk mangkal para PSK, juga untuk jualan kembang segar sebelum akhirnya prostitusi ini dipindah ke daerah Sosrowijayan.


Orang jogja, pasti sekali dua kali pernah merasakan kecipratan uyuh ketika melintas di bawah jembatan ini yang notabene adalah jalan atau rel kereta. Kuyuhan dibawah Kretek Kewek ini menjadi fenomena unik di Jojga. Ra ngandel??? takon aku ki sing wis kuyuhan makaping kaping.



40. Wiwitan

Bagi yang tinggal di Jogja pedesaan pasti pernah mengalami ini. Wiwitan adalah pembagian berkat berupa nasi dan lauk pauk, biasanya gudangan sayur diberi teri dan peyek serta buah, mirip dengan bancakan. Dilakukan untuk me-wiwit-i atau memulai panen padi. Begitu terdengar suara "wiwittt,,,wiwitttt,,,," bertalu talu dari mulut ke mulut, anak-anak lantas lari ke sawah untuk meminta sepincuk nasi berkat sambil membawa daun pisang sebagai alas makan. Lalu tiba saatnya derep dengan ani-ani. Setelah selesai derep, lalu ngiles pari. Setiap tetangga yang ikut derep, diopahi 5 piring gabah.



41. Senisono

Gedung disebelah ujung timur selatan kompleks gedung kepresidenan Jogja adalah gedung yang sangat melegenda. Gedung ini dahulu sebelum "dipugar" digunakan untuk kegiatan berkesenian, termasuk pameran. Pada medio 80-an, gedung ini pernah digunakan untuk pameran OSHIN. Di situ dipamerkan barang-barang, pernak-pernik syuting film OSHIN.



42. Legenda Manuk Bence dan Culi

Manuk atau burung Bence, kedatangannya yang ditandai dengan suara ocehannya pada tengah malam, dijadikan tanda akan adanya bahaya, kematian, bencana, dll. Sedangkan manuk atau burung Culi, dijadikan tanda bahwa ada jenazah yang tali kain kafannya belum dilepas, sehingga minta diculi, di-uculi (dilepas-Jawa).


43. Mitos dilarang nuding kuburan

Dahulu semasa saya kecil, jika kita tidak atau dengan sengaja menudingkan jari kita ke arah kuburan, maka kita harus menggigit ujung jari (nggeget-nggeget) yang digunakan untuk menuding, jika bisa sampai berdarah, lantas ujung jari tersebut disentuhkan ke tanah dan bilang amit-amit ora ndulit. Tanah yang menempel di ujung jari, baru boleh dibersihkan setelah sampai kerumah. Kalau tidak dibegitukan namanya nuding setan, jarinya bisa punther.


44. Bu abu abu abu abuuuuu, abune moasss

Frase ini diucapkan oleh seorang simbah tua yang sudah almarhum sejak saya kecil. Kalau tidak salah namanya mbah Krama. Menawarkan abu gosok yang digendongnya dipunggung dari Ambar binangun, tempat dia mengambil dan membungkusi abu bekas pembakaran tobong batu bata sampai ke pasar Gede. Harga satu plastik abu gosok berukuran 1 Kg seharga 25,-. Beliau selalu memanggil langganannya dengan sebutan Mas, either itu laki atau perempuan, karena mas di sini artinya nakmas, anak mas.


45. Loh, tapi kuda kan binatang.

Fragmen iklan layanan masyarakat di radio paling terkenal. Muncul pada awal tahun 80-an dan bertahan hingga akhir 80-an. Percakapan yang mengambil setting di atas andhong tersebut biasa disiarkan oleh RRI, Arma Sebelas, dan Retjo Buntung. Dialog dalam fragmen tersebut kurang lebih sbb:


Wanita1: Pak, tolong antarkan kami ke kota ya, Pak


[derap langkah kuda]


Kusir : Tapi, di kota nanti, tidak boleh membuang sampah sembarangan di jalan ya, Den.


Wanita2: Loh, Pak, itu tadi kudanya membuang kotoran di jalan?


[ringkikan kuda]


Wanita1: [bergumam] hmmm, betul juga ya,,,,[kaget] loh, tapi kuda kan binatang,,,,,


[ditutup dengan suara derap dan ringkikan kuda]



46. Ndemok silit kopeten

adalah lelagon dolanan anak anak yang agak vulgar. biasanya dilagukan untuk saling mengejek



Ndemok silitttt kopeten ayo ten


tendangono ayo no, nogosari ayo ri, rina wengi ayo ngi, ngidul ngetan ayo tan, taun baru ayo ru, rujak degan ayo gan, gandul keyong ayo yong, yongo ngemis ayo mis, mesam mesem ayo sem, semar mendem ayo ndem,,,,,,ndemok siliiiiittt kopeten dst dst



47. Mbah Atin 


Mbah Atin adalah seorang ibu tua yang agak waras. Berbusana jarik-kebaya dan mengempit tas berwarna hitam, mbah Atin selalu saja tahu dan selalu ada jika ada sripah atau lelayu atau orang meninggal. Hingga, mbah Atin selalu dikait-kaitkan membawa kematian pada setiap daerah yang didatanginya.



48. Rumor tentang adanya hantu biyung tulung di njeron beteng


Dahulu, pernah sekali terjadi rumor tentang hantu biyung tulung di seputaran kadipaten ke arah ngasem (masih area njeron beteng). Hantu biyung tulung ini selalu tidak pernah menampakkan wujud, hanya suara yang mengaduh memanggil ibunya minta tolong "aduh biyung, tulung"

 


49. Siti Rohani


Ada anak baru

Masuk sekolah

pakai kacamata

Rambutnya ekor kuda


Siapa namanya Siti rohani

Mana rumahnya

jalan Banyuwangi


50. Kulak kolang kaling kalih kilo


Ada gojegan masa kecil saya yang lucu semacam unen-unen yang menggunakan kata-kata dengan awalan suku kata yang sehuruf, contohnya:


Kala kula kelas kalih, kula kulak kolang kaling kalih kilo

Kolangkalingipun kula kumbah kali kilen kula, kalonipun keli, kula kejar, kathok kula kecanthol kawat ketok kempole kowar kawer hahahahaha (bukan kempol, tapi ko**ol)


Saksuwene sesasi, susine susi susut sesisih (bukan susi, tapi sikut wekekekeke...milih kesikut apa kesusu hayooo?)


Silit sapi singsot siat siut suarane sae sanget


51. Yogyakarta Top Hits

Truly legend nek iki. Cah yoja nek ra reti iki bangeten!!! wakakakak berarti ra tau keganggu saben dina Jumat, bar Jumatan tekan setengah telu. Kuabehh radio RRI karo swasta anggota PRSSNI DIY nyetel Yogyakarta Top Hits. Nyebahi tenan og RRI i mekso!


52. Kantore bapak gedhe [muni ngono karo njembeng lambe]

Ucapkan frase kalimat di atas, "kantore bapak gedhe" sambil  njembeng lambe -menarik bibir ke arah samping atau dalam bahasa Jawa dijembeng (sapa nek wani ngomong ukara iki ning karo lambene dijembeng wekekeke)


53. Pameran Oshin di Senisono 1986

Masih ingat dimana letak gedung Senisono?

Gedung kesenian warisan belanda ini dahulu terletak di sisi pojok paling kanan depan Gedung Agung. Sebelum akhirnya gedung ini dipugar dan dihentikan fungsinya sebagai gedung kesenaian, pameran, dll pada tahun saya masih SMP, sekitar 95an. Saya dahulu SMP 2, jadi tiap hari ya liat gedung ini kalau pulang sekolah. Sedihnya kala itu gedung ini dihilangkan bentuk aslinya. Foto tentang gedung Senisono jaman dahulu (sebelum 95) dapat dilihat di tembi.org


Nah, dahulu ada serial di TVRi Oshin (Ayako Kobayashi, Yuko Tanaka,  Nobuto Otawa) yang diputar ketika saya masih kecil sekali, sekitar tahun 1986-1987an. Lalu di pertengahan tahun 1986an itu ada pameran Oshin di gedung Senisono almarhum. Yang ditampilkan di situ adalah diorama rumah oshin, baju Oshin, dll


54. Lumut kijing

Dahulu masa kecil, kalau saya batuk, ibu lantas pergi ke kuburan mencari kijing yang sudah berlumut. Lumut kijing yang sudah dikerok dicampurkan ke dalam air hangat atau panas, lalu diminumkan ke saya. It did not work!!


55. Nyuthik tengu dengan contong daun pisang

Jika kena tengu, maka bapak lantas mengambil daun pisang dan dibuat contong, lalu digunakan untuk mencutik tengunya yang betah nempel di kulit kelamin. Rasanya gatal gatal clekit clekit. Trus kalau kupingku sakit, bapak ambil contong daun pisang terus diisi nasi anget disebulkan ditelingaku


56. Budi Budeng

Lelagon dolanan


Budi budeng iwak bandeng mlebu weteng, disuduk mubeng mubeng nganggo kathok ora sedheng!! *mlayuuuu kabeh*



57. Maria Kadarsih

Bagi saya, Maria Kadarsih adalah legenda. Beliau ini adalah penulis cerita sandiwara berbahasa Jawa ketika saya masih kecil. Satu sandiwara yang masih nyanthol di otak saya adalah Emprit Nggantung. Ternyata saya akhirnya menemukan biodata beliau.

Bu Maria ini dulu kuliahnya di Universitas PGRI Yogyakarta (dulu namanya masih IKIP PGRI) di Sonosewu, sama sama RT 04 hahaha, duh senengnya. Waktu kecil dulu sukanya main ke IKIP naik sampai lantai tiga. Terus, pulangnya main di sawah di belakang IKIP sambil nyari ikan dengan besek. Pulang bawa plastik berisi ikan sepat, cethul, tombro.....hahaha nyolong di gudang Djoko Lodhang yang letaknya juga di belakang IKIP.


Bahagia sekali akhirnya saya menemukan profil dan fesbuk beliau idola saya ketika masih piyik di sini dan sini


Gara-gara Emprit Nggantung saya malah jadi teringat sandiwara radio berbahasa Jawa lainnya: Ngundhuh Wohing Pakarti, Kabegjan, Kasaput Mendhung, Bibit kawit, Prahara, Pitung Taun kepungkur, Sungsang, Ninggal Nalar, Nagih Janji, Omah Warisan


58. Serial Api di Bukit Menoreh dan Naga Sasra Sabuk Inten SH Mintardja di koran KR


Serial ini selalu saya tunggu-tunggu pada setiap hari di koran Kedaulatan Rakjat selain tentunya favorit saya yang lain: Sungguh Sungguh Terjadi.


59. Tanah Merdeka TVRI Yogyakarta


Waktu saya SD ada acara remaja yang paling saya sukai: Tanah Merdeka. Entah sejak kapan acara ini dimulai. Menurut om saya acara ini pertama kali mengudara pada tahun 1987 untuk menyambut 25 tahun berdirinya TVRI. Acara ini pertama kali dibawakan oleh Anis Baswedan, namun pada jaman saya, acara ini dibawakan oleh mas Arief dari SMA 2 Yogyakarta almamater saya hehehe. Acaranya ya normatif lah, nasionalisme pemuda model jaman segitu yang penuh dengan warna-warni merah putih di baju dan emblem garuda pancasila di peci. Yang asik ya pas wawancara para tokoh lokal maupun nasional. Hampir pengisi acara dan pembawa acaranya anak-anak usia SMP-SMA.....


60. "udano sing deres tak opahi jangan pedes" ~Doa anak2 era 70-80an ketika pingin hujan-hujanan



61. Cegatan plembir deket THR

Bapak saya sering kena cegatan plembir di dekat daerah THR. Waktu itu bapak sering kulakan kulit di CU (timur THR) untuk kios reparasi sepatunya. Rute naik sepeda (saya diboncengan) bapak dari Sonosewu ke arah Alun-alun Selatan, ke timur lewat depan rumahnya A. Riyanto, lalu nyabrang depan Kerkop ke timur. Nah disitu sering kena.


Atau ketika pulang dari kulak sol sepatu di Liman, mesti pas keluar Malioboro ke arah Arma Sebelas bapak kena cegatan plembir sepeda. Sakne bapak.


61. Yang kuingat sejak kecil selama berpuluh tahun nonton pasar malem sekaten di alun-alun utara

Kenangan paling indah adalah ketika bapak mengajak saya, ibu dan adik saya Bambang Wibisono naik sepeda boncengan wong papat nonton sekaten. Ada hal-hal yang tidak pernah berubah dari sekaten (sepanjang ingatan saya). Saiki wis adoh seko Indonesia dadine pingin ngeling-eling meneh.

Sisi Utara Alun-alun
Yang jual di sisi utara alun-alun biasanya penjual bolang-baling, gorengan, dan mainan anak.  Biasanya jualnya di sisi utara alun-alun depan soboharsono mengulon. Agak mengulon dan nengah dikit itu adal penjual celana jeans murah dan baju awul-awulan. Terus stan motor suzuki. Terus di tengah jalan di depan penjual bolang-baling ada yang jual plembungan sabun. Agak ke barat lagi depan Sonobudoyo dekat gawang itu penjual tanaman, bakso dll terus agak ketengah dekat penjual tanaman itu biasanya ada stan pameran macam-macam.

Sisi Tengah dan Selatan

Tukang obat biasanya jualnya di depan pagelaran di sebelah selatan alun-alun, atau di jalan setapak di tengah antara dua ringin kurung itu. Pokoknya di atas konblok lah. Mesti dodole nggilani, kalajengking sak tumpuk, terus ada ular kering. Obat paling laris ya obat panu dan kutil (hihihi aku wis tau tuku obat kutil, perihhhh banget). Di tengah timur ada lowangan pasti digunakan sama jathilan yang ada pocongane itu. Ada satu pemain jathilan yang dipecut dengan pecut besar, terus jatuh, terus dibopong dimasukkan tenda, bantalnya mori. Selang beberapa lama dibuka tendanya sudah nongkrong pocongannya lengkap dengan kucir dan tali yang mengikat tubuhnya. Hihihi ngapusi itu, wong saya dulu waktu kecil juga ikut jathilan di Sonopakis namanya Kembang Sore, jadi ya tahu nek itu ngapusi.


Sisi Tengah Selatan Barat

Biasane panggung. Ada 2 panggung, satu panggung kethoprak, satunya dangdut. Di selatan dan baratnya panggung biasanya banyak warung bakso, soto, brondong yang dibentuk montor-montoran sama arum manis.


Sisi Timur

Lain dan gak bukan ya pasti stand drem molem, tong setan, istana hantu, nek pas ada sirkus ya tenda besar sirkus disitu. Blas belum pernah semua.....ha wong ra nduwe duit.


Yang tidak terlupakan di pasar malam sekaten adalah beberapa jualan khas:

Kapal othok-othok -bahan bakarnya lengo klentik dikasih di atas kapal dan ketika di bakar baunya khas sekali-

Manuk-manukan dari lilin warna merah yang dikasih kurungan dari wilah bambu di cat hijau.

Terus tepas-tepasan yang di teres.

Kitiran dari kertas minyak merah-kuning. Biasanya mereka menjualnya ditancepin di debog pisang di dalam baskom ijo dan jualnya deketan sama penjual ndog abang.

Kipas dari akar cendana. Biasanya juga jual seruling bambu yang bisa menirukan suara burung.
Endog abang. Gak tahu apa filosofi dibalik endog abang dll (males nyari) tapi yang jelas, endog abang ini selalu bisa ditemui disekaten (jaman dulu). Padahal ya endog di teres terus disunduk garan sate, terus di atasnya dikasih kertas tapi kok ya dulu seneng banget ya.  Mbah saya dulu juga pernah jualan ndog abang di sekaten. Njualnya pake baskom ijo ditaruh di atas tenggok. Selain jual ndog abang pasti juga jual suruh-kinang.
Oh iya, penjual akik ada di tengah juga, biasanya sama jualan keris, barang-barang kuno dll

Hiks... kangen pingin mulih yogja



thread ini dicopy dan diplagiat tanpa  mencantumkan saya sebagai penulis di http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5763720 http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2602735 di http://www.pesonajogja.com/2010/09/jogja-urban-legend-mitos-legenda-dan.html?showComment=1296198442961#c5849000749546042032 dan di   http://www.kaskus.us/showpost.php?p=274566587&postcount=88 



kenapa ya banyak orang Indonesia yang suka tidak menghargai tulisan  dan buah pikir orang lain? buat anda yang ingin mengetahui siapa saja yang telah melanggar hak cipta tulisan, thesis, skrisi,  intelectual property anda atau hanya sekedar tulisan di blog, anda bisa cari dan deteksi di sini http://www.neilstoolbox.com/plagiarism-tester/

dan di sini juga bisa http://www.plagiarismtoday.com/stopping-internet-plagiarism/1-how-to-find-plagiarism/




Gunawan
The Netherlands

Blog EntryJun 20, '09 3:47 PM
for everyone
Beberapa hari lalu, saya diajak sahabat terbaik saya naik bus, dari Delft sampai Belgia, jauuhhh sekali. Sampai-sampai karena saking jauhnya, saya tertidur di bus. Tidak sadar, ternyata polah saya tidur diabadikan dengan kamera oleh sahabat terbaik saya itu. Ya, saya kalau tidur selalu membuka mulut, kalo orang jawa bilang "mangap". Nah mau dipegimanakan lagiiii??? orang udah dari struktur mulutnya yang emang kadang suka mangap secara ga sadar alias "mlongoh". Kalau bout, istilahnya bibir saya sudah dol. Kelakuan mangap tak disengaja saya ini memang sudah bawaan lahir.

Bicara mengenai kelakuan mangap tak disengaja saya, saya jadi ingat dulu peristiwa SMA, ketika bapak saya pertama kali membeli sepeda motor CB second. Beberapa hari setelah saya punya SIM, saya lantas sering belajar naik motor sendiri menyelusuri jalan jalan kecil di desa saya. Sampai-sampai saya lupa kalau saya belajarnya sudah jauh dari rumah. Ketika saya sedang asiknya  mengendarai motor, ada orang yang mengatupkan tangannya dan diarahkan kepada saya tanpa saya faham maksudnya. Saya tidak gubris. Tapi di meter keduapuluh berikutnya, lagi lagi ada bapak-bapak mengatupkan tangan yang diarahkan kepada saya sambil berkata sesuatu tapi saya tidak jelas apa yang dia katakan karena saya memakai helm standard. Tiba-tiba saya teringat sesuatu.

Dalam hati saya, "mereka mengatupkan tangan diarahkan kepada saya itu
apakah karena kebiasaan saya yang suka mangap tak disengaja itu ya??." Lantas serta merta saya mingkem sambil menyeka sudut bibir sapa tau ada yang menetes.

Kemudian, saya melanjutkan mengendarai motornya. Lagi-lagi baru tigapuluh meter sudah ada lagi orang yang mengatupkan tangannya ke saya sambil mengucapkan sesuatu yang tidak jelas saya dengar. Serta merta saya mingkem lagi. Aneh!!!
ya emang bibir saya udah dol gini emang mau gimana lagi. Begitu seterusnya sampai hampir 9 orang lainnya yang mengatupkan tangannya diarahkan ke saya dilanjutkan saya mingkem.

Tiba-tiba dari spion, saya melihat seorang anak muda berambut gondrong berboncengan mengejar saya dengan sepeda motor. Dia mendahului sedikit di depan saya. Orang yang dia bonceng berbalik badan dan kemudian mengatupkan tangannya dan diarahkan ke saya sambil bilang sesuatu.

"Mas, di depan ada tilang polisi, itu lampunya dimatikan dulu, nanti kena tilang mas!!" begitu kata dia berteriak sambil tangannya diatupkan berkali kali diarahkan kepada saya.

Oh, jadi itu tanda supaya saya matikan lampu ya?? glek, kirain suruh mingkem ,,,,,,,,jadi dari tadi itu, orang sebanyak itu tadi bukan nyuruh saya mingkem yak??? hiks, sia siaa dong saya mingkemmmmm berkali kaliiiiiiiiiiii,,,,,, padahal lagi ngadangin sapa tau ada lalat masuk, lumayan, protein. *sambil mangap lagi ngadang lalat*

Saya; Pantesan ya saya itu sering masuk angin, lah kalo numpak motor saya mangap sih hahaha


Saya baru saja pulang dari belanja mengisi kulkas saya. Selalu saya tidak lupa membeli buah2an. Kali ini saya menemukan buah yang kebetulan dulu adalah buah favorit saya ketika masih kecil. Kemudian, serta merta saya jadi ingat dulu ketika saya kecil.
----------
-----------
Bu guru tk saya sering cerita tentang nama buah2an sambil menunjukkan kepada murid2nya wujud buahnya pada gambar karton berukuran A2. Banyak sekali, dari buah2an yang berasal dari daerah tropis seperti jeruk, nanas, pisang, jambu, salak dll, juga buah-buahan yang biasa hidup dan ditanam di daerah dingin seperti apel, aprikot, dll.
Guru saya selalu bilang kepada murid2nya buat selalu banyak makan buah2an, apapun buahnya masing2 punya khasiat yang menyehatkan. Memang benar bu guru bilang, hingga hampir semua teman2 saya selalu membawa bekal buah2an ke sekolah, hanya saya yang tidak, karena cuma di kasih uang saku lima puluh perak, hanya cukup buat jajan dua bungkus canguk, kacang benguk yang kerasnya angudubilah.

Suatu ketika, saya seperti biasa main sama anak2 sebaya bermain petak umpet. Seperti biasa pula saya selalu ngumpet di kuburan hingga ndak ada satupun teman yang ngonangi saya. Ketika saya sembunyi di salah satu cungkupnya, saya melihat pohon yang buahnya berwarna merah. Kemudian saya mikir itu buah mirip sekali dengan buah aprikot yang ditunjukkan ama bu guru di kelas. Akhirnya, tanpa pikir panjang saya ambi buah itu dan menyimpannya buat bekal sekolah.
-----
Setelah tiba saat istirahat, murid2 mulai membuka bekal makanan, termasuk saya. Satu-per-satu teman2 sebaya mulai memakan buah bekal mereka sambil tertawa saling bercandaan. Kemudian, tiba giliran saya membuka bekal buah yg saya dapatkan hari sebelumnya di kuburan. Segigitan pertama, buahnya rasanya pahit minta ampun, bahkan sampai gigitan terakhir. Tapi tidak jua sy buang buah itu mengingat-ingat kata2 ibu guru supaya makan buah2an yg ditunjukkan dalam gambar.
"Iya, ini buah APROKOT seperti dalam gambar ibu guru waktu itu, tapi kenapa pahit ya? begitu saya dalam hati", saya lanjutkan makan dan tak mau nanya lagi. Makannya ngethemil habis banyak.
Setelahnya, setiap hari saya selalu ambil buah dari kuburan itu dan saya gunakan bekal sampai saya masuk SD.

---------
----------
Saya buka tas kresek dari membeli buah tadi. Tiba2 saya ingin merasakan kembali rasa buah APRIKOT yang sudah bertahun2 ndak pernah saya makan lagi sejak TK itu.
Tapi aneh!!! kok APRIKOT yang ini tidak pahit???? juga tidak liat seperi APRIKOT yang dulu selalu saya makan ketika saya TK itu???, bahkan renyah seperti apel. Saya jadi penasaran, lantas saya browsing di internet dan menemukan buah "APRIKOT" yang dulu selalu saya makan ketika saya TK,,,,,,,,,ternyata MAHKOTA DEWA, hiks, kesihan ya amaltia gunawan kecil ,,,lah ning kok tetep le mangan ngethemil ndemenakake yo,,,hiks
Ah malahane, malah sehat,,,sehaat kuat badan segar!! pring  reketek gunung gamping jebolllll









MusicJun 5, '09 10:11 AM
for everyone
silahkan, bagi kemarin yg rekues

RSSS Elpamas, Penantian KD, Sandra Lilo, Penari Jalanan KPJ, Lavenia Cinta Lahir Batin, Biru Langit Luka, Lupakan Masa Lalu - Tetty Manurung, Pra ( Bagyo M ) Hetty KE, Endless Summer Nights
untuk munculin playlist   
rsss elpamas   
Sandra Solo Lilo 
Penantian  Kris Dayanti 
Penari Jalanan ( Cipt Jabo) KELOMPOK PENYANYI JALANAN (KPJ) IWAN FALS 
Cinta Lahir Batin  Lavenia 
Luka Luka Biru Langit 
Lupakan Masa Lalu - Tetty Manurung   
Pra ( Bagyo M ) FLPI VIII.1980 Hetty KE 
Endless Summer Nights   

MusicJun 5, '09 12:52 AM
for everyone
Terimakasih tak terkira kepada Mas Hans

ndak iso bilang apa apaaaa huaaah senengee ndak terkiraaa



dedicated to Laura Said

Di menit ke 03:00
hapuslah airmatamu
jangan ditangisi kisah yg lalu
cobalah berkaca di perigi tua
lalu kau selipkan dirambutku,,,,,,,,,,,loh tapi kok cocok yaa???


catetan: lagunya Helly Chica aku ndak pernah ngerti, tapi ibu sukanya nyanyikan lagu itu pas karo ndulang maem aku
Pandu Papra - Laura Da Costa   
Kring Kring Goes Goes   
Soleram  Tiga Anak Manis 
E Copot Copot ( Ardiansyah  lupa sapa yg nyanyi 
1+1=2 (Herry SS)  Puput Melati 
angan Pipis Sembarangan   
Mbok Jamu (Magda R)  si kembar 
Naik Andong (Endar Pradesa KUMPULAN LAGU ABADI TAMAN KANAK-KANAK VOL 3 sapa ya yg nyanyi 
BangunTidur (Harius)   
Cublak Cublak Suweng KUMPULAN LAGU ABADI TAMAN KANAK-KANAK VOL 3 Cublak Cublak Suweng 
Goreng Tumis Masak (Johny  Goreng Tumis Masak (Johny 
Lumba Lumba  Bondan Prakoso 
Helly (Nomo Koeswoyo)  Chica Koeswoyo 
untuk munculin playlist   
Soleram  Tiga Anak Manis 
02 Balada Si Tua   
01 Kenyataan Hidup   
Sheren Regina Dau - Jalan Rame Rame 1993    
Aku Bukan Bocah Kecil Vol. 2 - Agustus 1990 Hana Pertiwi 

Blog EntryApr 23, '09 2:06 PM
for everyone
Menjadi anak kos dan tinggal di luar negeri, paling senang adalah ketika menemukan kesamaan-kesamaan ketika hidup di Indonesia. Saya pribadi merasa senaaangg banget ketika menjumpai orang yang bisa berbahasa Jawa, merasa sedang di tanah air, juga ketika menemukan makanan-makanan khas Endonesia di negara londo ini.

Suatu ketika, saya berjalan-jalan di pasar terbuka (open markt) di tengah kota. Subhanallah, saya sangat gembira menemukan orang menjual buah yang dahulu adalah buah favorit saya, buah sawo. Kenapa favorit? karena selain rasanya yang manis dan berair,  semasa kecil saya suka sekali memanjat pohon buah sawo tetangga dekat balai desa yang sedemikian sehingga dia bosen marah pada saya karena saya ga jera-jera ngambil buahnya hehe. Tanpa banyak cerita, akhirnya saya beli buah sawo favorit saya tersebut. Setelahnya saya langsung pulang karena tidak sabar mencoba buah favorit saya tersebut yang sudah lama sekali tidak pernah lagi saya makan.



Sesampai dirumah, saya belah buah sawo tersebut. Tapi???? kok warna daging buahnya hijau ya? tidak coklat dan setelah saya cicipi, rasanya juga tidak manis, boro boro manis, malah rasanya asem.



Buru-buru saya lari ke tetangga sebelah untu bertanya tentang buah ini. Setelah saya tanya kepada tetangga appartemen sebelah seorang bule, dia bilang itu buah kiwi. Huh,,,orang bule yang aneh....sawo dibilang kiwi, udah gitu asem lagi rasanya. Huh
Jangan jangan ini sawo di silang ama kedondong kali yak? Eh,,,emang pada pernah makan kiwi ya? saya kok belum ya hiks


LinkApr 9, '09 12:57 PM
for everyone
Link: http://herryseptiadi.multiply.com/

semoga Alloh membukakan hati kepada saya dan keluarga saya.

Blog EntryMar 21, '09 4:32 PM
for everyone
Tadi siang, kerabat saya yang tinggal di Jakarta, yaitu om saya, bilang melalui messanger chatting kalau baru saja pulang dari jalan-jalan di mall namanya PIM. Saya yang selama kecil sampai besar tidak pernah kenal Jakarta, saya lantas bilang seolah saya faham apa itu PIM. Sekecapan saya menduga-duga kepanjangan kata PIM.

"Om, PIM itu artinya Plaza Ismail Marzuki bukan?" Lantas om tertawa terbahak-bahak sambil maklum karena memang saya tidak mengerti Jakarta.

"Bukan, PIM itu Pondok Indah Mall", begitu terang om saya.

Serta-merta timbul dibenak saya tentang kata PIM itu. Saya teringat ketika SMP pernah karya wisata ke Jakarta selama 4 hari dan sekali saya mengunjungi planetarium. Lantas saya menimpali om saya seolah saya tahu kepanjangan dari PIM setelah teringat peristiwa lampau tersebut.

"Loh, bukannya planetarium itu letaknya juga di PIM, Paman Ismail Marzuki, ya kan, Om?" Begitu seloroh saya yang memang benar-benar tidak tahu.

Om terpingkal-pingkal kasihan kepada saya sambil menerangkan kalau planetarium itu letaknya di TIM, Taman Ismail Marzuki.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Hik hik,,,jadi laporan karya wisata setebal ratusan halaman jaman dahulu itu salah semua . Tapi,,,lah kok diterima sama gurunya yaak????

||
||
||

"Lah,,Om, lalu Paman Ismail Marzuki letaknya dimana????" ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,****ngeloyor kalem sambil nutupi kepala biar ga ditoyor ama om,,kekekke***


NB: kalau TMII = Taman Marzuki Ismail Indonesia, teteeeep



Blog EntryMar 14, '09 2:30 PM
for everyone
Menjadi anak kos, apalagi kos di negara orang seperti sekarang ini, memaksa saya untuk bisa survive. Saya dituntut bisa melakukan tindakan dan menyelesaikan semua masalah dengan upaya saya sendiri, termasuk masalah makan. Sudah jamak lumrah jika orang seperti saya, yang memang tidak bisa (dan tidak punya bakat) memasak harus rela makan roti, kentang dan makanan setempat untuk tetap bisa survive. Akibatnya, selama lebih dari setahun saya harus memendam rasa kangen lidah saya akan kecapan nikmat dari makanan khas Indonesia; lodeh, lumpia, gudeg, dll.

Dua bulan lalu, saya berkeinginan untuk mencoba memasak, tentu saja memasak makanan khas Indonesia. Sudah tidak tertahan rasa kangennya. Saya hampir saya menyerah tidak akan pernah mencoba memasak lagi setelah mencoba satu resep bakwan sebanyak 7 kali dan gagal selalu. Di ingatan saya bahannya cuma; tepung, air, telor, irisan daun bawang, wortel dan tauge. Namun saya tidak juga bisa memadukan bumbunya; bawang putih, kemiri, kencur, garam. Juga pernah saya mencoba dengan bumbu jadi, ternyata hasilnya sama saja, bahkan untuk semua masakan, yaitu TIDAK ENAK.

Hingga akhirnya saya menemukan akal untuk mengganti semua bumbu tadi dengan bumbu mie instan. Walhasil, ternyata bakwan saya terasa nikmaaaat bukan main. Setelahnya, setiap masak, memasak apapun itu, saya selalu tak lupa membubuhkan bumbu mie instant di dalam masakan saya; bakwan, telor dadar, lumpia isi ayam, sup ayam, nasi goreng, tempe tepung, perkedel dll. Saya selalu mengganti bumbu yang tertulis dalam resepnya cukup dengan sebungkus bumbu mie instan. Hasilnya lezaaat sekali. Bahkan, teman-teman bule saya mengakuinya. Alhasil, dalam satu setengah bulan ini, saya selalu menjadi koki untuk setiap acara gathering dan pesta teman teman bule saya. Hihihihihi mereka nggak tau rahasianya.

Tapi,,,,,,,,,,sekarang saya jadi bingung,,,,,,laaah terus mie instan sebanyak ini mau digimanakaaann???? cara masaknya gimanaaa???pakai apaaa??????orang kalau masak bikin bumbu sendiri atau bumbu jadi rasanya selalu nggak karu karuan???? atauuuu,,, beli mie instan lagi, diambil bumbunya untuk masak mie mie ini yaaa,,,
huaaaaa huaaaaa *nangis kejer*





VideoJan 15, '09 5:42 PM
for everyone
mengenang masa kecil



Download this and other original video files with Multiply Premium.

VideoJan 15, '09 5:40 PM
for everyone
mengenang masa kecil



Download this and other original video files with Multiply Premium.